SuaraCianjur.Id- Mantan Presiden RI ke enam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), angkat bicara terkait putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang mengabulkan gugatan Partai Prima terkait verifikasi administrasi sebagai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Dalam cuitan di akun Twitternya, SBY menyatakan bahwa ada yang aneh di negeri ini.
"Apa yang sesungguhnya terjadi? What is really going on? Semoga tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan di tahun Pemilu ini SBY," tulisnya.
PN Jakarta Pusat memerintahkan KPU untuk menunda tahapan Pemilu 2024 setelah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum terhadap Partai Prima dalam verifikasi administrasi.
SBY menilai bangsa Indonesia sedang diuji dengan adanya hal tersebut.
"Bangsa ini tengah diuji. Banyak godaan. Tapi, ingat rakyat kita. Jangan ada yang bermain api, terbakar nanti. Jangan ada yang menabur angin, kena badai nanti. Let’s save our constitution and our beloved country. SBY," tambahnya.
Cuitan ini pun akhirnya menjadi forum diskusi dan tempat warganet berpendapat hingga memuji SBY ini.
"Pak SBY sebagai Negarawan yang Sangat Menjaga nilai-nilai Bangsa, Pasti akan berjuang menegakan konstitusi. Terimakasih Pak SBY yg sll terdepan menjaga bangsa ini dari keserakahan penguasa." balas @Aje*********.
"Kok bapak dulu bisa santai2 aja ketika mau usai 2 periode ga bikin gaduh, ga ngurusin siapa yg mau nyapres? Kami kan jadi pengen lagi kembali ke alam demokrasi dijaman bapak SBY!" cuit @Tah*******. (*)
Baca Juga: Profil Alex Turner, Vokalis Band Arctic Monkeys yang Rendah Hati Mau Berfoto dengan Fans Indonesia
Sumber: Twitter Susilo Bambang Yudhoyono
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Profil Blueray Cargo: Perusahaan Spesialis Impor yang Seret Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
Krisis Keuangan Nissan Picu PHK Massal Hingga Potensi Serahkan Jalur Produksi ke Brand China
-
PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
-
Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M
-
Serangan Spyware di Asia Tenggara Naik 18 Persen, Indonesia Jadi Target Utama Hacker
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Pertama dalam Sejarah! HJB ke-544 Dipusatkan di Kaki Gunung Halimun Salak
-
Alasan Presiden FA Palestina Ogah Salaman dengan Utusan Israel di Depan FIFA
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut