SUARA CIANJUR - Hersubeno Arief, seorang wartawan senior dari Forum News Network (FNN), mengomentari keputusan Presiden Jokowi untuk tidak mengundang Surya Paloh dalam acara Ketum Parpol pro pemerintahan di Istana.
Menurut Hersu, tindakan ini semakin menegaskan usaha Jokowi untuk mengusir NasDem dari pemerintahan karena partai tersebut mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Hersu juga menyatakan bahwa keputusan Jokowi ini memicu koalisi pengusung Anies Baswedan-Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) untuk menegaskan posisi mereka.
“Ini kelihatannya langsung tancap gas ya KPP dan Surya Paloh,” sebut Hersu.
“Mereka tidak lagi bermanuver untuk menjaga tetap terlihat Harmoni, sekarang situasinya sekarang sudah berubah,” lanjutnya.
Hersu menganggap bahwa tindakan NasDem bersama dengan mitra koalisinya, Demokrat dan PKS, yang meminta Jokowi untuk bersikap netral dalam Pilpres 2024 adalah langkah awal yang berani dari Surya Paloh dalam menghadapi Jokowi untuk mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden di tahun 2024.
“Ini luar biasa, Surya Paloh akhirnya mengambil sikap tegas terhadap Jokowi karena selama ini dia terkesan menghindari membuka konfrontasi langsung dengan Jokowi,” terangnya.
Sebelumnya, disebutkan bahwa Surya Paloh telah menyampaikan pesan kepada Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan agar Presiden Jokowi tetap netral di Pilpres 2024.
Menurut Surya Paloh, dukungan terbuka dari seorang kepala negara terhadap kandidat tertentu dianggap tidak bijaksana.
Baca Juga: Setelah Kunci 1 Tiket Semifinal, Timnas U-22 Incar Posisi Puncak Klasemen
"Pak Surya melihat bahwa hal yang selama ini berlangsung kalau diamati Pak Surya itu kurang sehat. Bahwa, bahkan disebut tidak sehat kalau caranya begini," papar Ketua DPP NasDem Sugeng Suparwoto.
"Ya mestinya mohon maaf, presiden sebagai kepala pemerintahan dan sekaligus kepala negara itu harus memosisikan sebagai negarawan," ucapnya.
Surya Paloh mengungkapkan bahwa ia tidak diundang dalam acara Ketum Parpol yang diadakan oleh Presiden Jokowi karena NasDem sudah tidak lagi dianggap.
"Saya bisa pahami itu pasti Pak Jokowi menempatkan positioning beliau barangkali sebagai pemimpin koalisi partai-partai pemerintahan ya dan beliau tidak menganggap lagi NasDem ini di dalam koalisi pemerintahan, untuk sementara," ungkap Surya Paloh. (*) (WARTA EKONOMI)
(*/Haekal)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
5 Rekomendasi Sepatu Gunung Lokal Terbaik 2026 dan Harganya
-
6 Fakta Miris Kapasitas TPA Sarimukti yang Habis di 2026
-
Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini
-
Intip Harta Kekayaan Dadan Hindayana yang Capai Rp9 Miliar
-
Klasemen Grup A Piala AFF U-19: Indonesia Sapu Bersih, Tapi Masih di Bawah Vietnam
-
Mengapa Kasus Noven Mandek Bertahun-tahun?
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
Bandung Raya Siaga Satu! TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Total Oktober 2026
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan