SUARA CIANJUR - Kejadian tak terduga terjadi malam ini ketika Bakal Calon Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, tiba-tiba mendatangi NasDem Tower di Jakarta Pusat.
Kunjungan ini terjadi setelah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Johnny G Plate, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi.
Anies tiba di NasDem Tower sekitar pukul 18.30 WIB pada Rabu (17/5/2023). Ia terlihat mengenakan kemeja motif kotak-kotak berwarna biru dongker.
Sesampainya di NasDem Tower, Anies langsung disambut oleh Ketua DPP NasDem, Sugeng Suparwoto. Keduanya terlihat berjabat tangan dan berpelukan.
Anies kemudian melangkah masuk ke lobby NasDem Tower dan menuju lift. Di depan lift, Wakil Ketua Umum NasDem, Ahmad Ali, sudah menunggu.
Keduanya belum memberikan keterangan terkait tujuan kedatangan Anies malam ini ke NasDem Tower.
"Nanti saja pas pulang, ya (kasih keterangan)," ucap Anies kepada awak media di lokasi.
Kunjungan mendadak ini terjadi pada hari yang sama ketika Johnny G Plate, yang saat ini tidak aktif sebagai Sekjen NasDem, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.
Ia diduga terlibat dalam kasus korupsi terkait penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kominfo Tahun 2020 dengan kerugian negara mencapai Rp8 triliun.
Baca Juga: Lakukan 4 Hal Ini agar Kamu Tidak Hanyut dalam Kesepian, Kamu Tidak Sendiri
Dirdik Jampidsus Kejaksaan Agung RI, Kuntadi, mengatakan bahwa Johnny Plate akan ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat.
"Tim penyidik hari ini telah meningkatkan status bersangkutan (Johnny G Plate) saksi jadi tersangka dan ditahan untuk 20 hari ke depan di Rutan Salemba," ucap Kuntadi di Kejagung, Rabu (17/5/2023).
Penetapan status tersangka ini dilakukan setelah Johnny menjalani pemeriksaan sebanyak tiga kali.
Pemeriksaan terakhir dilakukan untuk mendalami keterlibatan Johnny dalam kasus korupsi yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp8 triliun lebih.
"Kenapa yang bersangkutan (Johnny) kita panggil hari ini, kemarin kita umumkan bersama Jaksa Agung dan Kepala BPKP, hasil dari LHP teman-teman ahli BPKP itu yang kita sampaikan hari ini, klarifikasi. kenapa kergian begitu besar. Masyarakat juga kaget kan awalnya disebutu 1 triliun jadi 8 triliun. Ini yang akan kita gali semuanya," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI Ketut Sumedana. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia