SUARA CIANJUR - Sebelum menegaskan sikap yang tidak netral, mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo menyampaikan pentingnya kelangsungan pembangunan.
Jokowi, yang didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Deputi Bidang Protokoler, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Mahmuddin, melakukan pertemuan di ruang oval selama hampir dua jam.
Setelah pertemuan, Bey kemudian menjelaskan ucapan presiden tersebut.
Dia menyatakan bahwa penjelasan mengenai cawe-cawe (clarification, red.) ini berhubungan dengan keinginan presiden untuk memastikan bahwa Pemilu serentak 2024 dapat berjalan secara demokratis, jujur, dan adil.
Selain itu, menurut Bey, presiden juga berkepentingan agar pemilu dapat dilaksanakan dengan baik dan aman, tanpa menimbulkan polarisasi atau konflik sosial di masyarakat.
Presiden juga dinilai menginginkan pemimpin nasional di masa depan dapat mengawal dan melanjutkan kebijakan-skebijakan strategis seperti pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), hilirisasi, transisi energi bersih, dan lain sebagainya.
"Presiden mengharapkan seluruh peserta pemilu dapat berkompetisi secara free dan fair, karenanya Presiden akan menjaga netralitas TNI Polri dan ASN," sebut Bey.
Pada akhirnya, Bey menyatakan bahwa Presiden menginginkan pemilih memiliki akses informasi dan berita berkualitas mengenai peserta pemilu dan proses pemilu itu sendiri.
Hal ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan Pemerintah dalam mencegah penyebaran berita palsu/hoax, dampak negatif dari kecerdasan buatan (AI), dan kampanye hitam melalui media sosial dan platform online.
Baca Juga: Komisi X Dukung Blueprint Garuda Mendunia 2045 di Bawah Asuhan Erick Thohir
Sementara itu, terkait hasil Pemilihan Presiden 2024, Bey menyatakan bahwa Presiden akan menghormati dan menerima pilihan rakyat, serta akan memberikan bantuan sebaik mungkin dalam proses transisi kepemimpinan nasional. (*)
(*/Haekal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional