Deli - Sumatera Utara memiliki kawasan magrove yang terluas di Indonesia setelah Papua. Namun kondisinya tidak luput dari kerusakan. Berbagai upaya untuk menjaga kelestarian kawasan pesisir salah satunya dengan penanaman mangrove di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang oleh Garda Pemuda NasDem (GPND) Sumatera Utara dan Kelompok Tani Bakti Nyata.
Ketua DPW Garda Pemuda Nasdem Sumatera Utara, Defri Noval Pasaribu mengatakannya kepada wartawan pada Senin (13/6/2022) siang. Dijelaskannya, penanaman mangrove ini dilakukan serentak di 7 provinsi, Sumatera Utara yang digelar di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.
Kegiatan ini, lanjut Defri, menjadi starting point untuk dapat bekerjasama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan termasuk dengan Badan Rehabilitasi Gambut dan Mangrove agar target penanaman di 2024 seluas 600 ribu hektar dapat tercapai. Kelompok Tani Bakti Nyata, kata dia, selama ini merupakan binaan GPND Sumatera Utara.
"Tidak tertutup kemungkinan juga di daerah lainnya nanti akan jadi sasaran kita lakukan kerja-kerja di areal tersebut. Insyaallah kita akan perluas kelompok tani yang peroleh HKm-nya. Kita akan minta kepada KLHK agar kelompok tani yang kita didampingi menjadi priositas untuk dapat izin HKm-nya," katanya.
Ketua Kelompok Tani Bakti Nyata, Salamin Yahya mengatakan, pihaknya mendapatkan izin kelola kawasan dengan skema HKm dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) seluas 83,4 ha yang mana lahan tersebut akan direhabilitasi sesuai fungsinya namun tetap diperbolehkan untuk mengambil manfaat untuk pemberdayaan masyarakat.
Izin kelola HKm itu, baru saja diterimanya beberapa waktu lalu. Dengan adanya HKm, pihaknya memiliki hak kelola yang mana sesuai dengan tujuannya untuk memberdayakan masyarakat setempat. "HKm dari kementrian izin kelolanya selama 35 tahun. Planning ke depan salah satunya untuk wisata mangrove. Potensi di sini selain cacing laut, juga ada kepiting dan udang," katanya.
Untuk pengambilan cacing laut, lanjut Salamin, sudah dilakukan sejak hampir 20 lalu. Dalam sehari, dia menampung sedikitnya 10 kg. Sebenarnya, lanjut Salamin, permintaan bisa mencapai 35 kg per hari namun untuk saat ini dia masih membatasinya. "Cacing laut ini untuk makan induk udang vaname, fungsinya untuk hormon. Tanpa ini, induk udang vaname tak kawin," katanya.
Pengambilan cacing hanya yang ukuran besar dan yang kecil dibiarkan. Begitupun tanahnya tidak akan keras karena saat mengambil cacing, tanahnya dibongkar. Tanah yang di bawah dibalik ke atas. Menurutnya, ketika cacing laut itu diambil, tanah tidak akan menjadi keras karena saat pengambilan tanahnya juga dibongkar.
"Orang yang ambil kan membongkar tanahnya, yang bawah dibalik ke atas," katanya.
Cacing laut yang dikumpulkannya dijual. "HKm dari kementrian izin kelolanya selama 35 tahun. Planning ke depan salah satunya untuk wisata mangrove. Potensi di sini selain cacing laut, juga ada kepiting dan udang," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Mengejar Potensi Perikanan US$34 Miliar, Mengapa Indonesia Perlu Perkuat Energi Pesisir?
-
Profil Julita Rista Lestari, Pemimpin Upacara Pengukuhan Paskibraka HUT ke-81 Kemerdekaan RI
-
Nelayan Kecil Merugi, Mengapa Penangkapan Ikan Ilegal Terus Merajalela?
-
Kejagung: Kasus Dugaan Korupsi Transfer Pricing PT TPL Tak Terkait Laporan Menkeu Purbaya
-
Bagaimana Ocean Calculator Menghitung Manfaat Laut yang Selama Ini Sulit Terlihat?
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana
-
Ibu Makin Cermat Memilih Produk Perawatan Anak, Bukan Lagi Sekadar Soal Harga
-
Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP
-
KemenPPPA Soroti Pentingnya Inklusi Keuangan bagi Perempuan Pelaku Usaha
-
Viral Anak Bacok Ayah di Deli Serdang, Polisi Amankan Pelaku
-
Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta
-
Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe