- Menteri PKP jamin Gentengisasi tak naikkan harga rumah subsidi lewat relaksasi pajak (BPHTB/PBB).
- Program diarahkan untuk menggandeng UMKM bahan bangunan guna tingkatkan kualitas produk lokal.
- Pelaksanaan masih tahap kajian mendalam atas arahan Presiden Prabowo agar anggaran efisien.
Suara.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan jaminan bahwa program "Gentengisasi" yang diinisiasi pemerintah tidak akan mencekik kantong rakyat.
Ia menegaskan, pemerintah justru tengah menyiapkan skema khusus agar harga rumah subsidi tetap ramah di dompet masyarakat berpenghasilan rendah.
Maruarar menekankan bahwa fokus utama kementeriannya saat ini adalah menekan berbagai komponen biaya yang selama ini membebani harga hunian. Salah satu instrumen yang disiapkan adalah pemberian keringanan pajak.
"Kenapa (Gentengisasi bikin rumah subsidi mahal)? Kita justru bagaimana BPHTB, PBB dikurangin. Kita justru bagaimana saya yang menolak bunganya naik. Bisa dicek saja," ujar Maruarar saat ditemui di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Pria yang akrab disapa Ara ini tidak menampik adanya potensi tambahan biaya dalam proses pembangunan fisik akibat program gagasan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Namun, ia memastikan pemerintah akan habis-habisan memperjuangkan agar beban anggaran tersebut tidak membengkak.
"Ya semua ini kan mesti diperjuangkan. Kalau semuanya sudah langsung beres, tapi kan kita, itulah perjuangan pemerintah. Kita harus memulai dong," tegasnya.
Selain fokus pada hunian, Maruarar menyebut program ini memiliki efek domino bagi ekonomi kerakyatan. Gentengisasi diarahkan untuk menyerap produk-produk UMKM sektor bahan bangunan, sekaligus meningkatkan standar kualitas produksi lokal.
"Kalau semua sudah jadi, bagaimana UMKM juga kita bantu, bagaimana produksinya bisa apa kualitasnya bagus," tambah Ara.
Terkait teknis pelaksanaan, Maruarar mengaku tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan final. Ia mengaku sudah meminta izin kepada Presiden Prabowo untuk melakukan kajian mendalam agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran.
Baca Juga: Gentengisasi Prabowo, Bisakah Sekuat Genteng Palu Arit?
"Saya sampaikan ke Presiden Prabowo waktu ulang tahun Gerindra kemarin, 'Pak, izin saya akan mempelajari.' 'Iya, kamu pelajari,' begitu," ungkapnya menirukan percakapan dengan Presiden.
Mengenai selentingan kabar bahwa alokasi anggaran program ini masih di bawah Rp1 triliun, Maruarar menekankan bahwa kebijakan publik bersifat dinamis. Ia membuka ruang untuk penyesuaian anggaran selama tujuannya untuk kebaikan rakyat.
"Kita pelajari. Apa sih di Indonesia yang enggak bisa berubah? Kalau bagus, ya kan? Bisa enggak? Bisa dong," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar
-
KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar
-
Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?
-
Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen
-
Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026
-
HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel
-
Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh
-
Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan
-
Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini
-
Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut