Deli.suara.com - Tema renungan kita pada hari ini ialah: Panggilan Untuk Bertahan. Ada pertengkaran besar sedang terjadi di dalam keluarga. Awalnya dari salah paham suami dan istri.
Karena masing-masingnya tidak saling menerima, yang satu mengancam yang lainnya untuk keluar dari rumah. Suami bersiap untuk keluar dari rumah. Tetapi pada saat yang sama, istri juga bersiap untuk keluar.
Anak-anak semuanya menangis dan melawan keinginan orang tua yang mau keluar dari rumah. Mereka berusaha mencegahnya. Anak sulung ditemani dua adiknya berdiri di pintu untuk menghalangi bapak atau ibunya pergi dari rumah.
Karena begitu serunya usaha ketiga anak, akhirnya kedua orang tua mereka membatalkan keinginan keluar dari rumah.
Kejadian di dalam keluarga ini sebenarnya menggambarkan dua hal penting yang menjadi penentu nasib keluarga tersebut: melarikan diri dari masalah atau bertahan untuk menghadapi dan mengatasinya. Pilihan yang diambil menunjukkan kualitas manusianya.
Ada begitu banyak masalah dan kesulitan yang kita hadapi. Injil pada hari ini justru menggambarkan sejumlah masalah besar, rumit dan sangat menakutkan.
Dua pilihan itu senantiasa menantang kita untuk dapat memilih yang terbaik. Untuk yang terbaik, Yesus Kristus memerintahkan kita memilih untuk bertahan.
Ia sendiri sudah memberikan kita contoh, yaitu diri-Nya sendiri yang bertahan sampai akhir hidup-Nya, persis ketika di atas salib Ia berseru sebelum menghembuskan nafas terakhir: "Sudah selesai".
Tuhan Yesus sungguh meminta kita untuk bertahan, apa pun keadaannya, kapan pun waktunya.
Tujuan kita bertahan adalah supaya kita selamat. Ada beberapa sarana pendukung yang membantu kita untuk bertahan.
Pertama adalah janji akan datangnya hari Tuhan. Jika tidak ada suatu janji sebagai pegangan, apalagi yang menjanjikan ialah Tuhan sendiri seperti yang diamanatkan oleh nubuat Maleakhi, orang tidak memiliki alasan untuk bertahan.
Kedua, menurut Mazmur tanggapan hari ini, perwujudan janji menjadi sangat penting.
Setiap orang menjadi pasti tentang nasibnya, yaitu ditentukan oleh pengadilan terakhir apakah seseorang itu layak atau tidak layak masuk di dalam kerajaan surga.
Ketiga ialah kemampuan mengisi waktu selama bertahan dengan sikap tenang, penuh kesabaran, dan tetap bekerja bagi penyelesaian masalah-masalah yang kita dihadapi.
Mungkin masalah itu menyangkut pekerjaan yang tidak beres, kebutuhan dasar yang tidak cukup atau masalah kehidupan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!
-
Kematian Kucing Kesayangan Jadi Pertanda, Kisah Pilu di Balik Pembunuhan Gadis Bogor
-
Jelang Libur Idul Adha, Promo Alfamart Bikin Kalap: Sosis Korea Rp5.900 hingga Kanzler Murah
-
Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras: Nekat Titip Siswa di Sekolah Maung, Kepsek Langsung Dipecat
-
Diduga Gara-gara Kopi, Menantu di Empat Lawang Tega Habisi Ibu Mertua lalu Buang ke Sungai
-
Cekcok Pinjam Uang Rp600 Ribu Berujung Maut, Misteri Jasad Wanita di Pohon Melinjo Terungkap
-
Polisi Ungkap Motif Keji di Balik Temuan Jasad Wanita di Cipocok Jaya Serang
-
PTBA Sabet Diamond PROSPER A IRCA 2026, Perkuat Budaya Kepatuhan dan Tata Kelola
-
Masjid Al Afghani Tak Kunjung Rampung, DPRD Sukabumi Desak Dinas Perkim Transparan Soal Anggaran
-
Review 5 Sepatu Lari Lokal yang Katanya 'Tiru' Brand Luar, Mirip atau Beda Jauh?