/
Senin, 05 Juni 2023 | 22:59 WIB
Pakar hukum Tata Negara Denny Indrayana ((Foto: IST))

Ahli Hukum Tata Negara Denny Indrayana kembali membuka 'bocoran' adanya perkara di Mahkamah Konstitusi (MK) yang terkait dengan kontestasi politik lima tahunan, Pilpres.

Melalui akun Twitter-nya @dennyindrayana, ia mencuitkan tulisan yang mencolok.

" ?" tulisnya sebagai cuitan pembuka.

Dalam tulisan lanjutannya, ia melanjutkannya dengan adanya partai yang mengajukan permohonan perkara agar syarat minimal calon presiden menjadi 35 tahun.

"Apakah MK akan mengabulkan permohonan Partai Solidaritas Indonesia terkait syarat umur minimal capres, bukan lagi 40 tapi 35 tahun?" lanjut cuitan Denny. 

Tak sampai situ, Denny pun menuliskan nama Gibran sebagai sosok yang berpotensi diuntungkan, jika perkara tersebut diluluskan oleh MK.

"Dengan demikian membuka peluang Mas Gibran bisa maju sebagai calon di Pilpres 2024? Simak dan klik video di atas."

Sementara dalam video yang disertakan dalam cuitan tersebut, Denny mengemukakan, jika bocoran tersebut harus menjadi perhatian masyarakat.

"Kemarin saya janji akan memberikan 'bocoran' satu lagi perkara di mahkamah konstitusi yang harus menjadi perhatian kita. Apa itu? Ada permohonan dari Partai Solidaritas Indonesia terkait dengan batas umur usia calon presiden."

Baca Juga: Minta Polisi Tangkap SBY dan Denny Indrayana, Kubu Moeldoko: Mereka Fitnah

Terkait usia minimal syarat pencapresan, Denny menyebutkan jika saat ini ada upaya untuk mengubahnya dari sebelumnya batas minimal 40 tahun menjadi 35 tahun.

"Sekarang undang-undang pemilu mengatakan batasnya itu 40 tahun, mereka minta agar diubah menjadi 35 tahun minimal. Nah ada tiga 'bocoran' saya untuk kita paham soal perkara ini."

Dalam penjelasannya, Denny mengungkapkan, biasanya aturan syarat ketentuan batas minimal capres akan dihindari oleh MK. 

"Satu, biasanya MK mengatakan soal umur itu adalah open legal policy, mereka menghindar karena itu kewenangan dari para pembuat undang-undang."

Kemudian, Denny mengungkapkan jika partai yang mengusulkan hal tersebut adalah PSI yang dituding sebagai sekoci lain untuk Jokowi.

"Yang kedua, saya melihat PSI, dengan segala hormat ke teman-teman, itu adalah afiliasi politik Presiden Jokowi. Jadi selain mempunyai PDI Perjuangan, Pak Jokowi juga punya sekoci partai yang namanya PSI. Sehingga biasanya aspirasinya sejalan dengan Presiden Jokowi. Karena itu, menarik untuk analisis."

Load More