-
Gempa magnitudo 7,5 memicu pemeriksaan keamanan ketat di PLTN Fukushima dan Onagawa.
-
Pemerintah Jepang memerintahkan evakuasi warga pesisir guna menghindari potensi tsunami setinggi 3 meter.
-
Operasional kereta cepat Tokyo-Aomori dihentikan sementara untuk memastikan keamanan jalur transportasi publik.
Suara.com - Respons cepat terhadap ancaman nuklir dan tsunami menjadi fokus utama otoritas Jepang usai gempa kuat melanda.
Langkah preventif ini diambil guna memastikan integritas struktur pembangkit listrik di wilayah terdampak tetap terjaga.
Dikutip dari Sputnik, kesigapan sistem peringatan dini di Jepang kini sedang diuji melalui prosedur evakuasi massal penduduk pesisir.
Fokus pemeriksaan mendalam diarahkan pada reaktor yang berada di zona guncangan paling keras di Prefektur Miyagi.
Upaya ini adalah bentuk pembelajaran dari sejarah kebencanaan demi memitigasi dampak kebocoran radiasi sejak dini.
Tohoku Electric Power segera mengerahkan tim teknis menuju PLTN Onagawa untuk melakukan audit operasional menyeluruh.
Audit ini bertujuan mencari ada tidaknya penyimpangan teknis sekecil apa pun pasca guncangan hebat tersebut.
Di sisi lain, Tokyo Electric Power Company melakukan pemantauan ketat pada fasilitas Fukushima Daiichi yang krusial.
Pemeriksaan serupa juga dilakukan secara paralel pada unit pembangkit di Fukushima Daini guna deteksi anomali.
Baca Juga: PM Jepang Minta Warganya Evakuasi ke Tempat Lebih Tinggi Usai Peringatan Tsunami 3 Meter
Sejauh ini, laporan teknis dari Kyodo menyebutkan belum ditemukan adanya tanda-tanda kerusakan struktural darurat.
Detail Seismik dan Lokasi Episentrum
Badan Survei Geologi AS mencatat kekuatan guncangan mencapai magnitudo 7,4 dengan koordinat yang sangat spesifik.
Pusat gempa terdeteksi berada pada kedalaman tertentu dengan jarak 71 kilometer dari wilayah Kota Miyako.
Namun, otoritas domestik Jepang mengeluarkan data berbeda yang menunjukkan kekuatan gempa sebesar magnitudo 7,5.
Perbedaan data ini tidak mengurangi kesiagaan terhadap risiko gelombang pasang yang mengancam wilayah pesisir timur laut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Ahmad Luthfi Antarkan Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Kemendagri
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA