Kelompok relawan pendukung Ganjar Pranowo yang dikenal sebagai Kongres Rakyat Nasional (KORNAS) menganggap bahwa penggunaan istilah "petugas partai" untuk merujuk kepada Ganjar tidak menguntungkan dalam kampanye pencapresannya.
Presidium KORNAS, Sutrisno Pangaribuan, berpendapat bahwa istilah "petugas partai" yang sering kali disebutkan harus dihentikan.
"Kami berpendapat bahwa penggunaan istilah 'petugas partai' yang sering kali disampaikan di ruang terbuka sebaiknya dihentikan," ujar Sutrisno dalam keterangan resmi yang diberikan kepada wartaekonomi.co.id-- jaringan Suara.com pada Senin (12/6/23).
Menurut Sutrisno, istilah tersebut mungkin bermanfaat jika digunakan dalam lingkup internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun, jika istilah tersebut digunakan di luar lingkup partai, akan menimbulkan banyak kerugian.
"Istilah itu bermanfaat secara internal, tetapi menjadi mudarat bagi masyarakat,," jelasnya.
Lebih lanjut, Sutrisno menyatakan bahwa Ganjar tidak akan mendapatkan tambahan suara jika terus-menerus disebut sebagai "petugas partai".
"Ganjar tidak mendapat tambahan suara jika selalu disebut sebagai petugas partai," katanya.
Pernyataan Sutrisno ini muncul sebagai sorotan terhadap menurunnya dukungan atau elektabilitas Ganjar di Sumatera Utara.
Berdasarkan survei terbaru dari Lembaga Survei LSI Denny JA, Ganjar menempati posisi ketiga dengan perolehan 16,2 persen, di bawah Anies Baswedan yang memperoleh 32,6 persen dan Prabowo Subianto dengan 50 persen.
Baca Juga: Mahfud MD Tak Mau Ambil Pusing Johnny G Plate Jadi Justice Collaborator: Biar Diurus Kejaksaan
Oleh karena itu, Sutrisno meminta semua pihak, terutama partai politik pendukung, untuk fokus meningkatkan elektabilitas Ganjar.
"Pasca Ganjar diumumkan sebagai bacapres, Jumat (21/4/2023) belum ada gerakan yang terstruktur, sistematis, dan massif dari Parpol pendukung Ganjar. Semua Parpol masih ‘menunggu petunjuk dan arahan pusat’. Masih ‘sibuk’ dengan urusan penyusunan daftar caleg. Kemungkinan perubahan sistem Pemilu dari terbuka menjadi tertutup juga memengaruhi konsolidasi Parpol," jelasnya.
Berita Terkait
-
Dituding Setujui Kontrak Politik dengan PDIP soal Jatah Menteri, Ganjar: Serahkan Pada Presiden
-
TGB Zainul Majdi Disodorkan Jadi Kandidat Cawapres Ganjar, Djarot PDIP: Kami Kaji Satu Persatu Dulu
-
PDIP Yakin Kaesang Pangarep Bakal jadi Kader Kalau Serius Maju Calon Wali Kota Depok
-
Bakal Ada Partai Lain yang Ikut Merapat ke Koalisi PDIP, Ganjar Ungkap Ciri-Cirinya
-
Berkaca dari Konflik Ukraina-Rusia, Megawati ke Panglima TNI: Jika Indonesia Diambil Alih, Apa Strategimu?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu
-
Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya