/
Minggu, 18 Juni 2023 | 19:55 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. ((Instagram/@prabowo))

Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, baru-baru ini mengungkapkan perasaannya tentang keputusannya untuk bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan menegaskan bahwa ia tidak menyesal.

Dalam sebuah pidato yang ia berikan di acara konsolidasi besar di Jakarta Barat pada hari Minggu (18/6/2023), Prabowo mengakui bahwa banyak pendukungnya merasa kecewa dan marah atas keputusannya tersebut.

"Saya sebagaimana kalian mungkin ketahui, masa tidak tahu ? Tahu kan, saya dulu rivalnya Pak Jokowi. Tapi itulah, itulah, di situ bangsa lain negara lain bingung lihat bangsa Indonesia, bingung," tuturnya.

"Bagaimana bisa dua rival, dua tokoh kok begitu selesai pertandingan kok jadi satu, di negara lain sulit-sulit," kata Prabowo.

Dia menekankan komitmen Jokowi terhadap kemajuan bangsa Indonesia dan menyatakan keyakinannya bahwa Presiden memiliki komitmen yang sama. Meskipun sebelumnya berperan sebagai rival politik Jokowi dalam pemilihan presiden 2014 dan 2019, Prabowo merasa hubungan ini telah berubah.

Prabowo juga membahas perbedaan antara politik di Indonesia dan Amerika Serikat. Di AS, dua partai utama, Partai Demokrat dan Partai Republik, jarang mencapai konsensus.

Namun, Indonesia ingin menunjukkan contoh positif dalam menyelesaikan perbedaan politik demi kepentingan bangsa dan negara.

Akhirnya, Prabowo memilih untuk bergabung dengan kabinet Jokowi, karena ia melihat komitmen Jokowi terhadap rakyatnya. Dia percaya bahwa Jokowi sangat peduli terhadap rakyat biasa.

Ia juga mengungkapkan bahwa ia belajar banyak tentang kepemimpinan negara dari Presiden Jokowi, dan ini merupakan salah satu alasan utama mengapa ia tidak menyesal bergabung dengan pemerintahan Jokowi, meskipun mereka pernah menjadi rival politik.

Baca Juga: Argentina Rotasi Pemain Lawan Timnas Indonesia, Lionel Scaloni Tak Berniat Remehkan Skuad Garuda

Load More