Foto menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menunduk di hadapan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sempat menjadi perbincangan.
Bahan pembicaraan para tokoh itu pun memancing penasaran publik pasalnya dua menteri Jokowi itu sampai harus menunduk di tengah acara pernikahan cucu Megawati di Jakarta, Minggu (2/7/2023).
"Banyak, banyak masalah-masalah penting kenegaraan, tetapi tidak bisa disampaikan di sini dalam waktu pendek, itu diceritakannya enggak bisa," kata Mahfud usai rapat kerja bersama Komite I DPD RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.
Kemudian, Mahfud menyebut sempat berbincang pula terkait isu hak asasi manusia (HAM) dengan putri Presiden Ke-1 RI Soekarno itu.
Namun, Mahfud menepis bahwa dalam perbincangan singkat itu turut mengangkat isu kontestasi Pilpres 2024 beserta bahasan terkait bakal calon wakil presiden (cawapres).
"Enggak, enggak ada (bahas cawapres). Enggak bicara soal pilpres," ucapnya.
Mahfud pun membeberkan diberikan pesan oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) agar senantiasa menjaga konstitusi negara Indonesia dalam mengampu jabatan pimpinan.
"Selenggarakan negara ini dengan baik gitu pesannya, secara konstitusional tegakkan konstitusi kalau negara ingin maju itu pesan Bu Mega," ujar Plt. Menteri Komunikasi dan Informatika itu.
Sebelumnya, Minggu (2/7), Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengunggah beberapa foto saat menghadiri pernikahan cucu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dari sang putra sulung Mohammad Rizki Pratama melalui akun Instagram pribadinya @yasonna.laoly.
Baca Juga: Menag: Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini Dapat Jatah 10 Liter Air Zamzam
Pada slide ketiga dan keempat, tampak foto yang memperlihatkan dirinya yang tengah berdiri berdampingan dengan Mahfud MD sedang berbincang bersama Megawati yang duduk di kursi dengan posisi sedikit merunduk. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Soal Bisik-bisik Megawati dan Mahfud MD, PDIP: Ingat Ya, Jangan Dimaknai Macam-macam!
-
Banyak Beking di Balik Perdagangan Orang, Mahfud MD: Siapapun Tidak Boleh!
-
Satu Lagi Menteri Jokowi Bisa Jadi Cawapres, Mantan Panglima Ini Selanjutnya?
-
14 WNI Tertahan di Rumah Sakit Luar Negeri Gegara Ginjalnya Dijual Pelaku Perdagangan Orang!
-
Mahfud MD Sebut Satgas TPPO Tetapkan 698 Orang Jadi Tersangka Hanya dalam Sebulan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati