/
Jum'at, 26 Agustus 2022 | 18:31 WIB
Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Shutterstock)

Pria asal Etiopia ini pun kembali menegaskan agar semua negara melakukan upaya bersama memperluas jangkauan vaksinasi. Katanya, seluruh negara harus berbuat lebih banyak untuk memvaksinasi mereka yang paling berisiko, untuk memastikan akses ke terapi yang menyelamatkan jiwa.

Selain itu, semua negara juga harus melanjutkan pengujian, dan pengurutan genom, dan untuk menetapkan kebijakan yang disesuaikan dan proporsional untuk membatasi penularan dan menyelamatkan nyawa.

Yang memprihatinkan bagi Tedros adalah cakupan vaksin di belahan dunia lain masih sangat rendah. Dia mengungkap ada ketidakadilan vaksin di negara-negara miskin. Dia mencontohkan di Afrika, 10 negara yang masih menghadapi keadaan darurat kemanusiaan, cakupan vaksin masih di bawah 10 persen.

Walau begitu, dia menegaskan untuk negara dengan cakupan masih di bawah 10 persen akan dibantu WHO, UNICEF dan mitra lainnya.

Dia pun menjelaskan, sebelumnya WHO sudah menarget cakupan vaksin secara global sebesar 70 persen pada pertengahan 2022. Akan tetapi, hanya 58 negara yang bisa mencapai target ini. (*)

Load More