SUARA DENPASAR – Sidang etik terhadap empat anak buah Ferdy Sambo terkait obstruction of justice atau menghalangi penyidikan dalam klaster penghilangan CCTV diundur. Mestinya, sidang lanjutan ini digelar Senin (5/9/2022).
Diketahui, dalam obstruction of justice terkait klaster penghilangan-perusakan CCTV ada 7 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Ketujuh orang itu juga harus menjalani sidang kode etik Polri.
Saat ini, dari tujuh orang itu sudah ada tiga orang yang sudah disidang dengan putusan seluruhnya pecat. Yakni mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo; mantan PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri Kompol Chuck Putranto; dan mantan PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri Kompol Baiquni Wibowo.
Sisanya empat orang lagi menunggu giliran. Empat orang ini adalah Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rachman Arifin, dan AKP Irfan Widyanto.
Terkait dengan kelanjutan sidang etik untuk empat anggota polisi anak buah Ferdy Sambo ini, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengaku tidak jadi digelar Senin (5/9/2022). Melainkan diundur ke hari Selasa (6/9/2022).
"Nanti Selasa (6/9) kami mulai sidang lagi," kata Irjen Dedi, Minggu (4/9/2022).
Irjen Dedi pun menjelaskan alasan mengapa sidang terkait pelanggaran etik yang menyita perhatian publik ini sampai diundur. “(Sidang) diundur, Senin (5/9) kami ada rapat dulu, cooling down sambil menyempurnakan tambahan-tambahan berkas,” jelas dia.
Selain empat tersangka obstruction of justice dari klaster CCTV, masih ada puluhan anggota Polri lagi yang diduga ikut melakukan pelanggaran di tengah penyidikan pembunuhan Brigadir Joshua. Tingkat pelanggarannya beragam, dari yang berat, sedang hingga ringan.
Jumlah terduga pelanggar yang sudah direkomendasikan tim khusus untuk dilakukan sidang etik sebanyak 28 orang. Dia pun mengatakan, sidang etik untuk 28 pelanggar juga akan segera digelar.
Baca Juga: Polisi Gerebek Gudang Pengoplos Gas 3 Kilogram ke 12 Kilogram di Buduk, Badung
"Karowaprov (Divisi Propam Polri, red) terus kerja maraton moga-moga diberikan kesehatan sehingga sampai 30 hari ke depan kami bisa (laksanakan sidang etik) semua yang terlibat terkait menyangkut masalah pelanggaran kode etik kluster obstruction of justice," beber dia.
Sekadar diketahui, empat terduga pelanggar dalam klaster CCTV yang belum disidang berikut dugaan perannya adalah sebagai berikut:
1. Brigjen Hendra Kurniawan
Jabatannya adalah Karo Paminal Divisi Propam Polri. Dia bawahan langsung Ferdy Sambo. Brigjen Hendra Kurniawan diduga bersama Ferdy Sambo dan Kombes Agus Nurpatria memerintahkan AKBP Arif Rachman Arifin, Kompol Chuck Putranto dan Kompol Baiquni Wibowo untuk menghilangkan dan merusak CCTV di lokasi pembunuhan Brigadir Joshua.
2. Kombes Agus Nurpatria
Jabatannya sebagai Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri menjadikan Kombes Agus Nurpatria bawahan Brigjen Hendra Kurniawan. Dia diduga bersama-sama Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan, memerintahkan tiga bawahannya menghilangkan hingga merusak CCTV.
Tag
Berita Terkait
-
Sosok Kombes Agus Nurpatria dkk Bukan Hanya Terancam Pecat, Juga Dijerat Pidana UU ITE Karena Ferdy Sambo
-
Sosok Brigjen Hendra Kurniawan, Tersangka Kasus Sambo yang Pernah Jadi Korban Hoax sebagai Anak Presiden China
-
Sosok AKBP Arif Rachman Arifin: 2 Kali Kapolres, Jadi Bapak Ojol, Terancam Pecat-Penjara karena Ferdy Sambo
-
AKBP Arif Rachman Arifin Terkenal Humanis, Religius, dan Inovatif, Sayang Terseret Ferdy Sambo
-
AKP Irfan Widyanto Anak Buah Ferdy Sambo Muncul di Sidang Etik, Lihat Tampangnya
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement