SUARA DENPASAR - Pemuda bernama Nurkholis ini tergolong kurang ajar. Setelah meniduri teman kencannya di Kuta, ABK yang baru datang sehari dari Jakarta ini menganiaya dan merampok. Bahkan, penganiayaannya terbilang sadis hingga korban babak belur.
Kapolsek Kuta AKP Yogie menjelaskan, usai pelaku dan korban berhubungan badan, pelaku membekap mulut korban.
"Usai berhubungan badan, saat masih di kasur, tiba-tiba pelaku membekap korban," kata Kapolsek Kuta, AKP Yogie Pramagita di Polsek Kuta, Senin (5/9/2022).
Pelaku lalu memasukan jari tangannya ke mulut korban. Dia mengancam akan menarik kerongkongan korban jika korban berupaya teriak meminta bantuan.
Selanjutnya pelaku menyeret korban ke dalam kamar mandi. Di sana, korban dihajar berulang kali hingga babak belur. Bibir dan pipi korban juga mengeluarkan darah.
Pelaku lalu meminta uang Rp500 ribu kepada korban. Lalu korban menyuruh pelaku mengambil uang di laci. Ternyata di sana hanya ada uang Rp300 ribu. Selanjutnya pelaku membuka dompet korban dan mengambil uang Rp1 juta di dalamnya.
Setelahnya pelaku kembali mengancam korban untuk tidak berteriak. Jika korban berani teriak, ancam pelaku, maka korban akan dihabisi.
"Korban mengalami luka cakar pada mulut, rasa sakit pada tenggorokan hingga luka memar pada pipi. Korban juga dirampas uang Rp1,3 juta," tandas AKP Yogie.
Setelah peristiwa penganiayaan dan perampokan ini, Nurkholis berniat meninggalkan kos korban. Dia pun memesan Grab untuk kabur.
Baca Juga: Bela Putri Candrawathi Tak Ditahan, Komnas Perempuan Jadi Bulan-bulanan Netizen
Saat pelaku memesan tasksi online itu lah, korban berteriak. Teriakannya didengar satpam kos dan penghuni kos lainnya. Sedangkan Nurkholis yang panik akibat teriakan korban mencoba kabur.
Namun dia diringkus satpam dan warga sekitar tak jauh dari lokasi kejadian. Dia lalu diserahkan ke pihak kepolisian. Nurkholis pun ditahan. Dia dijerat menggunakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 9 tahun. (MNP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?