Selain pendidikan umum dari SD-SMA dan pendidikan di Akpol, dia menjalani pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) mulai 2002. Ia lulus pada 2003 dan menyandang Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K). Juga pernah menimba ilmu di Universitas Borobudur, Jakarta ada 1996 sampai 2000.
Dalam pendidikan kepolisian, dia juga banyak ikut pendidikan kejuruan dalam bidang resrse, reserse narkoba, hingga kursus bahasa Inggris.
Setelah lulus dari PTIK, dia mendapat tugas sebagai Kasat Reskrim Polres Bogor Polda Jabar (2003), kemudian menjadi Kanit IV Satops I Dit Reskrim Polda Jabar (2004), Kasubbag Reskrim Polwil Bogor (2005), hingga menjadi Wakapolres Sumedang Polda Jabar (2007).
Dia kembali ke wilayah hukum Polda Metro Jaya pada 2008 sebagai Kasiaga Ops BiroOps Polda Metro Jaya, kemudian menjadi Kasat V Ranmor Dit Reskrimum Polda Metro Jaya (2009), berlanjut menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat (2010).
Kariernya meroket ketika dia mendapat tongkat komando sebagai pimpinan kepolisian wilayah, yakni sebagai Kapolres Purbalingga dari 2012 sampai 2013, kemudian menjadi Kapolres Brebes (2013–2015).
Di Brebes ini, Ferdy Sambo bertemu dengan Kuat Ma’ruf yang menjadi sopir untuk istri atau keluarganya, dan Bripka Ricky Rizal (RR). Pindah dari Polres Brebes, dia mendapat jabatan tak kalah empuk sebagai Wadirreskrimum Polda Metro Jaya (2015–2016). Saat itu, Kapolda Metro Jaya dimpimpin Tito Karnavian.
Pada 2016, karier Ferdy Sambo terus melesat sebagai Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri (2016), lanjut sebagai Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri (2016–2018). Saat itu, Tito Karnavian sudah menjadi Kapolri sejak 2016.
Bahkan, Ferdy Sambo mendapat jabatan mentereng sebagai Koorspripim Polri (2018–2019). Saat itu Tito sebagai Kapolri.
Ketika jabatan Kapolri berpindah ke Jenderal Idham Aziz, Ferdy Sambo mendapat hadiah sebagai Direktur Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri dari 2019 sampai 2020.
Baca Juga: Ini Hubungan Erat Tito Karnavian dan Ferdy Sambo yang Disenggol Hacker Bjorka
Puncaknya adalah ketika tahun 16 November 2020, dalam usia 47 tahun dia diangkat sebagai Kadiv Propam Polri. Seketika itu juga pangkatnya langsung naik sebagai jenderal bintang dua atau Irjen. Dia menjadi jenderal bintang dua termuda.
Kariernya hancur setelah 8 Juli 2022, adanya kematian ajudannya, Brigadir Joshua di rumah dinasnya, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Meski sudah mencoba menutupi ‘bangkai’, akhirnya tercium juga. Akhrnya tersingkap bahwa kematian Brigadir Joshua karena ditembak, bukan tembak-menembak sebagaimana skenario awal Ferdy Sambo.
Pada 9 Agustus 2022 Ferdy Sambo diumumkan sebagai tersangka otak pembunuhan berencana terhadap Brigadir Joshua.
“Timsus (tim khusus) telah memutuskan, menetapkan saudara FS (Ferdy Sambo) sebagai tersangka,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers Selasa, 9 Agustus 2022 sore.
Istrinya, Putri Candrawathi, juga dijadikan tersangka. Total sudah ada lima tersangka dalam pembunuhan Brigadir Joshua. Belum termasuk tersangka pidana dalam menghalangi penyidikan dengan jumlah 7 tersangka, yakni Ferdy Sambo dan 6 anak buahnya di Divisi Propam Polri dan Dittipidum Bareskrim Polri. Ada puluhan lagi anggota Polri yang disidang etik karena ulah Ferdy Sambo.
Pada 26 Agustus 2022, setelah menjalani sidang KKEP sejak 25 Agustus 2022, Ferdy Sambo dijatuhi sanksi pecat. Dia mengajukan banding. Pada Senin, 19 September 2022, ini digelar sidang banding dengan terduga pelanggar Ferdy Sambo.
Selama menjadi polisi, Ferdy Sambo pernah menangani kasus yang menonjol. Di antaranya:
- Kasus bom bunuh diri di Sharinah Thamrin, Jakarta Selatan pada 2016.
- Kasus kopi racun sianida yang membunuh Wayan Mirna Salihin dengan pelaku Jessica Wongso pada 2016.
- Penyelidikan kebakaran di Kejaksaan Agung
- Kasus penerbitan surat jalan palsu Djoko Tjandra hingga menjebloskan Irjen Napoleon Bonaparte.
Profil Irjen Pol Ferdy Sambo:
Nama: Ferdy Sambo
Tempat Tanggal Lahir, Kabupaten Barru, 9 Februari 1973.
Istri: drg. Putri Candrawathi
Anak: 4
Pendidikan Umum:
- SD Khatolik Mamajang, Makassar (1979-1985)
- SMPN 6 Makassar (1985-1988)
- SMAN 1 Makassar (1988-1991)
- Universitas Borobudur, Jakarta (1996-2000)
Pendidikan Kepolisian:
- Akpol (1991-1994)
- Dikjur PA Dasar Reserse (1995)
- Dikjur PA Lan Reserse Narkoba (1999)
- Kursus Intensif Bahasa Inggrs (KIBI) PTIK (2001)
- PTIK (2001-2003).
Riwayat Jabatan:
- Pamapta Polres Metro Jakarta Timur (1995-1996)
- Kanit Buser/ Katim Tekab Polres Metro Jakarta Timur (1996–1997)
- Kanit Resintel Polsek Metro Pasar Rebo Polres Jaktim (1997-1997)
- Kanit Resintel Polsek Metro Cakung Polres Jaktim (1997–1999)
- Wakapolsek Metro Matraman Polres Metro Jakarta Timur (1999–1999)
- Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur (1999–2001)
- Kasat Reskrim Polres Bogor Polda Jabar (2003–2004)
- Kanit IV Satops I Dit Reskrim Polda Jabar (2004–2005)
- Kasubbag Reskrim Polwil Bogor (2005–2007)
- Wakapolres Sumedang Polda Jabar (2007–2008)
- Kasiaga Ops BiroOps Polda Metro Jaya (2008–2009)
- Kasat V Ranmor Dit Reskrimum Polda Metro Jaya (2009–2010)
- Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat (2010–2012)
- Kapolres Purbalingga (2012–2013)
- Kapolres Brebes (2013–2015)
- Wadirreskrimum Polda Metro Jaya (2015–2016)
- Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri (2016)
- Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri (2016–2018)
- Koorspripim Polri (2018–2019)
- Dirtipidum Bareskrim Polri (2019–2020)
- Kadiv Propam Polri (2020–2022)
- Pati Yanma Polri (2022 - menunggu sidang banding kode etik Polri 19 September 2022). (*)
Berita Terkait
-
Brigjen Andi Rian Djajadi Vs Irjen Ferdy Sambo: Alumni SMAN 1 Makassar, Senior-Junior, Bawahan-Atasan
-
Pensiunan Polri Kumpulkan 3 Kapolda? Ini 2 Jenderal Polri yang Sangat Dekat Ferdy Sambo
-
6 Jenderal Top di Balik Meroketnya Karier Ferdy Sambo, Ternyata
-
Beda Nasib Brigjen Alberd Sianipar Vs Irjen Ferdy Sambo, Lulusan Terbaik Akpol 1994 dan Teman Seangkatan
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sindiran Pedas Presiden Brasil: Neymar Satu-satunya Pemain WFH di Piala Dunia 2026
-
Real Madrid Didesak Salip Arsenal Rekrut Rekan Calvin Verdonk Berbandrol Rp1 Triliun
-
Penain Ini Disebut Bisa Jadi Biang Kerok Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2025
-
Hasil Piala Dunia 2026: Aksi Heroik Kiper Iran Alireza Beiranvand Bikin Belgia Gigit Jari
-
Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang
-
Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina
-
Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!
-
Joget Gemoy Ratu Belanda di Ruang Ganti Usai Curacao Tahan Imbang Ekuador Viral