Suara Denpasar – AKBP Arif Rachman Arifin yang dijuluki Bapak Ojol Jember merupakan salah satu saksi kunci dalam sidang dengan terduga pelanggar etik, Ipda Arsyad Daiva Gunawan. Dia dikabarkan sudah sembuh dari sakit ambeien. Dengan demikian, sidang etik Ipda Arsyad yang notabene anak anggota DPR RI Heri Gunawan itu pun akan dilanjutkan Senin (26/9/2022).
“Sidang lanjutan (Ipda Arsyad) Senin (26/9),” kata Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Nurul Azizah, Sabtu (24/9/2022)
Sebagaimana diketahui, sidang etik Ipda Arsyad Daiva Gunawan yang merupakan Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan sempat tertunda karena satu saksi tidak hadir. Sidang itu sebelumnya berlangsung Kamis (15/9/2022) dari pukul 13.00 sampai 21.00 WIB.
Sidang Kamis lalu mestinya menghadirkan empat saksi. Namun yang hadir hanya tiga orang yakni Kompol IR, AKP RS (Rifaizal Samual, Kanit 1 Satreskrim Polres Jaksel), dan Briptu RRM.
Dalam sidang Senin nanti, tidak hanya menghadirkan mantan Wakaden B Ropaminal Propam Polri, AKBP Arif Rachman Arifin. Melainkan ada dua saksi tambahah sesuai permintaan hakim sidang etik. Dua saksi tambahan itu adalah AKBP RS (Ridwan RN Soplanit, mantan Kasatreskrim Polres Jaksel) dan Kompol AS.
Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo sebelumnya menyatakan, Ipda Arsyad disidang etik karena diduga tidak profesional dalam melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Brigadir Joshua.
Ipda Arsyad yang merupakan Akpol 2020 itu termasuk yang datang pertama kali ke TKP bersama mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan RN Soplanit, setelah terjadi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
"Dia kan mendatangi TKP pertama kali," kata Dedi.
Sebelunya diberitakan, ada 35 anggota Polri yang diduga melanggar kode etik serangkaian dengan kasus Ferdy Sambo. Dari jumlah itu 15 orang sudah disidang etik.
Baca Juga: Malaysia Tegaskan Komitmen Dukung Kemerdekaan Palestina, Bagaimana Indonesia?
Dari 15 orang itu, 5 sudah disanksi pecat, yakni Ferdy Sambo, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, Kombes Agus Nurpatria, dan AKBP Jerry Raymond Siagian.
Berikutnya ada 6 anggota Polri yang diberi sanksi mutase bersifat demosi seama satu tahun. Antara lain AKP Dyah Chandrawathi, Bharada Sadam, Briptu Firman Dwi Ardiyanto, Briptu Sigid Mukti Hanggono, AKP Idham Fadilah dan Iptu Hardista Pramana Tampubolon.
Selanjutnya yang mendapat demosi dua tahun adalah Brigadir Frillyan Fitri Rosadi dan Iptu Januar Arifin. Serta satu orang hanya dijatuhi sanksi meminta maaf kepada pimpinan sidang KKEP dan pimpinan Polri atas nama AKBP Pujiyarto.
Sekadar mengingatkan, AKBP Arif Rachman Arifin merupakan mantan Kapolres Jember yang mendapat julukan Bapak Ojol. Saat kasus pembunuhan Brigadir Joshua berlangsung, dia menjawab sebagai Wakaden A Ropaminal Divisi Propam Polri.
Dia dicopot dari jabatannya karena ikut melakukan obstruction of justice atau menghalangi penyidikan. Perannya mengambil dan merusak CCTV di lokasi kejadian perkara pembunuhan Brigadir Joshua pada 8 Juli 2022 lalu. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
7 Minuman Sehat dan Segar untuk Pendamping Sate Olahan Daging Kurban
-
4 Padu Padan OOTD Versatile Classic ala Gawon MEOVV yang Timeless Banget!
-
Masa Depan Tak Boleh Hancur, Bocah 12 Tahun Korban Inses Ayah Kandung Tetap Lanjutkan Sekolah
-
Saat Seragam Berbicara tentang Kemanusiaan: Mengapa Kisah Tentara dan Dokter di DOTS Begitu Mengena?
-
Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil
-
Puisi sebagai Perlawanan: Membaca Kita Adalah Jelata di Tengah Indonesia yang Gelap
-
Berapa Harga Sapi Jumbo yang Dibeli Raffi Ahmad dari Irfan Hakim?
-
Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas
-
5 Fakta Krusial Perawatan Baterai Motor Listrik yang Jarang Diketahui Pemilik Baru
-
Dua Novel Baru Kyoto Animation Akan Terbit pada Juni 2026