Suara Denpasar- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dituding terlalu offside dalam menyikapi kasus dugaan korupsi gubernur Papua Lukas Enembe.
Sikap Mahfud MD ini membuat Stefanus Roy Rening selaku kuasa hukum Lukas Enembe melontarkan kejengkelannya atas apa yang dikatakan Mahfud MD.
"Ini yang saya biang politisasi, karena apa, pak Mahfud gak usah (ngurusi) penegakan hukum yang konkret begini, ini urusan pimpinan (KPK), kok dia bisa ngomong tekhnis, dia harus bisa membatasi kewenangan dia di mana," kata Stefanus Roy Rening seperti dikutip dari wawancara Kompas TV, Selasa (27/9).
Dia mempertanyakan seolah Mahfud bisa masuk kemana-mana, dia mempertanyakan apakah Mahfud juga bisa mempengaruhi penyidikan.
"Apakah dia bisa masuk mempenrauhi penyidikan, apakah KPK di bawah Kemenkopulhukam, undang-undang mengatakan KPK independen," terangnya.
Pihaknya sangat menghormati KPK, bahkan mempersilakan disidik, namun apa yang dilakukan Mahfud dianggap terlalu berlebihan.
"Kita juga menghormati teman-teman di sini (KPK), ini yang saya katakan pak Mahfud selalu offside, dia berpikir bangsa ini negara ini dia yang punya, kita menghormati pimpjnan mereka silakan sidik," terangnya.
Menurutnya KPK saja masih bertahap dalam melakukan penyidikan.
"KPK saja ketika lihat perkembangannya dia pelan-pelan, kok pak Mahfud bypass, dengan statemen yang bisa membuat hoaks, membuat pembodohan publik, mengganggu semua kita," ulasnya.
Baca Juga: INGAT KARMA! SBY Disandera Proyek Hambalang, Ke Depan Jokowi Bisa Terbelit IKN
Hingga kemarin pemeriksaan penyidik KPK terhadap Lukas Enembe belum bisa dilakukan.
Mahfud MD membantah jika penerapan tersangka ini politis. dia menyebut ini murni kasus hukum.
"Kasus Lukas Enembe bukan rekayasa politik, tidak ada kaitannya dengan parpol atau pejabat tertentu, melainkan berdasarkan temuan dan fakta hukum," jelasnya.
Dia berarap Lukas untuk datang saja ke KPK.
"Jika tidak cukup bukti kami semua yang ada di sini (menjamin) dilepas, dihentikan, tapi kalau cukup bukti ya harus bertanggung jawab," jelasnya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Kasus Pindah ke Kejagung, Status Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tetap Dicekal Imigrasi
-
Bukan Cuma Nonton Konser Musik, Ini 3 Destinasi Wajib Mampir Saat Kamu ke Jazz Gunung Bromo 2026
-
JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Valuasi Murah dan Dividen Tetap Menarik
-
Dirjen Imigrasi Pastikan Status Cekal Febrie Adriansyah Masih Berlaku
-
Piala Dunia 2026 Ubah Ranking FIFA, Spanyol 'Tendang' Prancis dari Puncak
-
4 Cushion Tahan Lama yang Lagi Diskon Capai 50 Persen di Shopee, Harga Jadi di Bawah Rp100 Ribu
-
4 Rekomendasi Parfum Aroma Nanas Harga Terjangkau, Mulai Rp40 Ribuan Saja
-
Megawati Berpesan Agar Anak Muda Jangan Jadi 'Bangbong'
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight