/
Rabu, 28 September 2022 | 17:20 WIB
Menko Maritin dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan konversi LPG 3 kg ke kompor listrik ditunda. (IST)

Suara Denpasar - Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan konversi LPG 3 kg ke kompor ditunda. Menurutnya, PLN tak ingin terburu-buru dalam menjalankan program migrasi LPG 3 kg ke kompor listrik.

Luhut Binsar Pandjaitan mengaku belum mendapat informasi pembatalan sepenuhnya dari program migrasi LPG 3 kg ke kompor listrik. Sebelumnya, memang ada rencana penghapuskan LPG 3 kg, kemudian diubah jadi kompor listrik.

Duga Luhut, masih ada kendala yang ditemukan pihak PLN dalam menjalankan program untuk mengurangi subsidi LPG ini. Sehingga, program migrasi LPG 3 kg ke kompor listrik untuk sementara ditunda dulu.

"Saya belum update sepenuhnya soal ini. Mungkin ada sesuatu yang ditemukan jadi mereka tunda dulu, jadi mereka tidak ingin buru-buru yang nanti kemudian bermasalah," jelas Luhut, Rabu (28/9/2022).

Sebagaimana diketahui, konversi kompor berbasis LPG ke kompor listrik induksi rencananya dilakukan bertahap. Pihak pemerintah akan menyiapkan anggaran untuk membagikan kompor listrik induksi ke masyarakat sebagai upaya mengurangi beban subsidi migas.

Akan tetapi, di tengah jalan masih banyak penentangan soal wacana tersebut. Sebab, dalam praktiknya, kompor induksi belum tentu cocok untuk penggunaan rumah tangga. 

Di sisi lain,  PT PLN menyebut pembatalan program pengalihan kompor LPG 3 kg ke kompor listrik apalagi masyarakat masih terkecik masalah ekonomi lantaran dua tahun lebih dihajar pandemi Covid-19. Sedangkan masyarakat juga baru dicekik kenaikan harga BBM yang melambungkan harga-harga kebutuhan pokok lainnya.

“PLN memutuskan program pengalihan ke kompor listrik dibatalkan. PLN hadir untuk memberikan kenyamanan di tengah masyarakat melalui penyediaan listrik yang andal," kata Dirut PLN, Darmawan Prasodjo, Selasa (27/9/2022). (PMJNews)

Baca Juga: Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Mantan Jubir KPK Febri Diansyah Akui Ada Yang Marah dan Kecewa

Load More