Suara Denpasar – Kang Dedi Mulyadi pernah jatuh sakit gegara tiga hari tiga malam tidak makan. Alasannya dia tidak makan sampai tiga hari ini pun bikin geleng kepala dan haru.
Bila Kang Dedi Mulyadi dalam youtubenya sering melakukan aksi sosial, ternyata ini bukan kali ini saja dia melakukan. Jauh sebelum dia menjadi pejabat, juga sudah terbiasa dengan hidup berbagi kepada orang lain meski dalam kondisi ekonomi kekurangan.
Hal itu terungkap dalam kanal Youtube Lembur Pakuan Channel saat Kang Dedi bertemu dengan Ojat Sudrajat, kuasa hukumnya dalam sidang gugatan cerai istrinya, Anne Ratna Mustika. Dalam pertemuan disebuah restoran itu, Kang Dedi seperti bernostalgia ke masa-masa romantik saat masih menjadi aktivis mahasiswa.
Sebagaimana diketahui, Kang Dedi Mulyadi merupakan salah satu pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta kala dia masih menjadi mahasiswa di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Purwakarta pada tahun 1990-an.
Setelah selesai membicarakan masalah hukum yang sedang dihadapi atas gugatan cerai Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, Kang Dedi pun mengajak Ojat Sudrajat kembali mengenang masa-masa menjadi aktivis HMI.
Saat masih menjadi aktivis HMI, Kang Dedi tinggal di secretariat HMI. Dia juga mengaku hidup serba pas-pasan. Bahkan, pernah suatu kali dia tidak makan selama tiga hari tiga malam.
Ceritanya, di depan secretariat HMI ada penjual mi ayam atau mi goreng. Nah, kebetulan secretariat kadang ramai oleh kader-kader HMI.
Nah, para kader ini kerap memesan mi ayam, kemudian piring-piringnya belum dikembalikan karena belum bayar. Semakin hari, piring semakin menumpuk karana tak bisa membayar. Masalahnya, yang membayar itu dibebankan kepada Kang Dedi Mulyadi.
“Jadi saya nggak bisa kembalikan piring karena gak punya uang. Saya tidak makan 3 hari 3 malam. Terus jatuh sakit karena saya sudah tidak mampu lagi untuk bayar makanan. Karena jatah makan saya dikasih banyak orang,” kata Kang Dedi.
Baca Juga: Hilang! Foto Bupati Purwakarta Anne Ratna Cium Kang Dedi Mulyadi di Instagram, Dihapus?
“Jadi,” lanjut Kang Dedi, “kalau hari ini saya sering membagi, itu sudah biasa,” katanya.
Saat masih jadi mahasiswa, setiap hari Kang Dedi juga belanja ke Pasar Rebo. Membeli tetelan, kerupuk, dimasak bersama-bersama, dan dimakan bersama-sama di sekretariat HMI Cabang Purwakarta.
“Yang banyak makannya adalah?” tanya Kang Dedi.
“Saya,” jawab Ojat Sudrajat lantas tertawa.
Semasa jadi mahasiswa, Kang Dedi memang hidup prihatin. Suatu ketika dia akan pulang kampung di Subang. Kang Dedi memang aslinya dari Kabupaten Subang, meski menapaki masa kuliah hingga berkarier politik di Purwakarta. Karena sudah Lelah berjalan, ia akhirnya naik bus. Padahal, saat itu dia tidak punya uang.
“Naik bus gak punya uang. Saya berdoa, ‘Ya Allah biar gak ditagih’. Ternyata nggak ditagih. Tapi saya dosa. Saya minta maaf. Kalau masih ada kondektur yang ingat cari saya, saya ganti 100 kali lipat, terangnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Headphone Retro "Kalcer" di Bawah 500 Ribu: Mengulik Moondrop Old Fashioned
-
Menaker Dorong Itjen Bertransformasi: dari Pencari Temuan Menjadi Mitra Pencegah Risiko
-
Berapa Gaji Ketua Ombudsman? Baru Dilantik Seminggu, Kini Jadi Tersangka Korupsi
-
Polda Metro Jaya Hentikan Kasus Ijazah Palsu Jokowi untuk 3 Tersangka, Ini Alasannya
-
Menaker: Serikat Pekerja Adalah Mitra, Bukan Lawan Perusahaan
-
Kemenkeu Umumkan Lelang Sukuk Negara 21 April 2026, Bidik Pendanaan Rp 12 Triliun
-
Langkah Nyata Dukung Akses Keuangan, BRI Perkenalkan Fitur Tarik Tunai Saldo GoPay di ATM & CRM
-
Rel MRT Jakarta Fase 1 dan 2A Tersambung, Siap Meluncur di 2027
-
Berkat BRI, Tarik Tunai Saldo GoPay Kini Bisa Diterapkan di Lebih dari 19 Ribu ATM dan CRM
-
Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kadis, PDIP: Sulit Mengelak Tudingan Nepotisme