- PT PP Properti Tbk melakukan transformasi bisnis selama tahun 2025 untuk memperbaiki fundamental usaha dan memperkuat struktur keuangan perusahaan.
- Perseroan mencatatkan pendapatan Rp323,2 miliar serta gearing ratio 86,92 persen berkat efisiensi operasional dan optimalisasi portofolio aset perusahaan.
- Direktur Utama Dyah Rahadyannie menyatakan komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola serta pengelolaan bisnis yang transparan dan akuntabel.
Suara.com - PT PP Properti Tbk (PPRO) membeberkan transformasi bisnis untuk memulihkan kinerja perusahaan. Mulai dari penguatan fundamental usaha, perbaikan struktur keuangan, hingga optimalisasi portofolio aset untuk memperkuat arus kas perusahaan.
Manajemen PPRO menyebut tahun 2025 menjadi fase strategis dalam melanjutkan agenda perbaikan yang telah dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Berbagai langkah yang ditempuh mulai menunjukkan hasil, terutama melalui penguatan struktur keuangan, pengelolaan liabilitas yang lebih prudent, peningkatan kualitas arus kas, serta optimalisasi efisiensi operasional.
Perseroan menilai upaya tersebut turut meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap arah pengelolaan dan prospek perusahaan ke depan. Selain itu, komitmen terhadap penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) juga terus diperkuat melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Sepanjang tahun buku 2025, PPRO membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 323,2 miliar. Perseroan juga berhasil menjaga indikator gearing ratio pada level 86,92 persen dari target yang telah ditetapkan, mencerminkan disiplin dalam pengelolaan struktur permodalan selama proses perbaikan kinerja berlangsung.
Direktur Utama PT PP Properti Tbk, Dyah Rahadyannie, mengatakan manajemen memahami perhatian para pemegang saham terhadap kinerja yang dicapai sepanjang 2025.
"Perseroan terus berfokus menjalankan agenda transformasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja usaha, tetapi juga pada penguatan tata kelola, serta kualitas pelaporan keuangan. Berbagai langkah strategis yang kami lakukan, termasuk optimalisasi portofolio melalui divestasi aset untuk memperkuat arus kas, merupakan bagian dari upaya menciptakan fondasi yang lebih sehat," ujar Dyah di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Menurut Dyah, perseroan juga terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi usaha guna memastikan setiap kebijakan yang diambil mampu memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
Ia optimistis proses transformasi yang tengah berjalan dapat terus memberikan hasil positif dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga: NASI Bidik Balik Untung di 2026, Pasang Target Penjualan Rp66 Miliar
"Dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, kami optimis dapat melanjutkan proses perbaikan secara bertahap, menjaga disiplin pengelolaan usaha, serta menciptakan nilai yang lebih baik bagi para pemegang saham," tambahnya.
Ke depan, PPRO akan tetap fokus pada penguatan fundamental usaha, peningkatan kualitas tata kelola, serta pengelolaan bisnis yang prudent.
Perseroan berharap langkah tersebut dapat menjaga momentum perbaikan kinerja sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Dana Asing Keluar Lagi Rp 3,71 T Hari Ini, BBCA dan TPIA Jadi Sasaran
-
Badai PHK di Industri Tambang Akibat Pemangkasan RKAB, Kementerian ESDM Buka Suara
-
Harga Bakal Naik, MinyaKita Mulai Langka
-
Cerita Minuman Herbal KWT Mentari yang Jadi Jamuan di Pesta Pernikahan Anak Jokowi
-
Terendah dalam 6 Tahun, Purbaya Akui Surplus Neraca Perdagangan Susut Imbas Impor BBM
-
Benarkah Independensi BI Hilang Akibat UU P2SK?
-
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Masyarakat Panik Banyak Tarik Uang di Bank?
-
Menteri Bahlil Mau Rombak Total Sistem Tambang RI Lewat Aturan Baru 'Gross Split'
-
Pertamina Bagikan Pengalaman Penggunaan Teknologi Digital dan AI untuk Ciptakan Nilai Bisnis
-
BI Intervensi, Rupiah Menguat di Jumat Sore