Suara Denpasar - Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bali I Made Krisna Dinata alias Bokis menyatakan dampak lingkungan terkait proyek tol begitu besar.
Selain merusak alam juga akan mengurangi pasokan pangan Bali karena akan menerabas terusan hektar persawahan.
Kepada denpasar.suara.com, Senin (17/10/2022), Bokis meningkatkan dalam Dokumen KA Andal Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi terdapat 488,13 hektar perkebunan, kawasan hutan lindung Bali Barat seluas 75,14 hektar, Taman Nasional Bali Barat seluas 20,36 hektar, menerabas sungai seluas 22,7 hektar, pemukiman/rumah tinggal seluas 20 hektar, serta kebun milik Pemprov Bali seluas 49,6 hektar.
Dalam data tersebut dikatakan jika ada lahan pertanian yg terkena sejumlah 188,31 hektare merupakan area sawah irigasi.
Sedangkan data temuan WALHI Bali berbeda, yakni tercatat ada 480,54 hektar persawahan yang terkena trase tol, dengan total menerabas 98 subak.
"Dalam konsultasi-konsultasi penyusunan Andal kami WALHI Bali sudah sangat sering memberikan tanggapan atau surat protes terkait hal ini yang harapannya masukan kami bisa dijadikan pertimbangan," katanya.
"Sebab, trase Tol melewati sawah yg berfungsi sebagai Jasa Penyedia pangan Bali intensitas Sedang hingga tinggi menurut data P3 Ekoregion Bali-Nusra.
Sehingga hilangnya Sawah dengan luasan 480,58 Ha pastinya akan berpengaruh terhadap ketersediaan pangan di Bali," imbunya.
Hitung-hitungan kasar WALHI Bali satu hektar lahan sawah sedikitnya menghasilkan beras 6 ton.
Maka, proyek pembangunan Jalan tol Mengwi-Gilimanuk yang menerabas area sawah seluas 480,54 Ha, mengurangi produksi beras di Bali sebanyak 2.883,24 (dua ribu delapan ratus delapan puluh tiga koma dua puluh empat) ton.
Baca Juga: Banjir Bandang di Karangasem, 2 Anak Meninggal Dunia
Hilangnya lahan pertanian yang berdampak pada menurunnya produksi beras akibat rencana proyek tersebut tentu bertentangan dengan misi Gubernur Bali.
"Yaitu Memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan dalam jumlah dan kualitas yang memadai bagi kehidupan Krama Bali, serta mewujudkan kemandirian pangan, meningkatkan nilai tambah dan daya saing pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan petani," sentil dia.
Apakah proyek yang merusak lahan persawahan tersebut menjamin misi Gubernur Bali yaitu Mewujudkan kemandirian pangan dan terpenuhinya kebutuhan pangan?
Tentu hal ini sangat bertentangan dengan visi misi Koster selaku Gubernur Bali "Saat ini, berdasarkan kajian dari Prof.
Windia ahli pertanian, saat ini Bali sedang mengalami defisit beras sebanyak 100 ribu ton beras per tahunnya," ingat Bokis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!
-
Viral Mahasiswa Unisa Yogya Diduga Kenakan Busana Perempuan dan Masuk Toilet Mahasiswi
-
LPDB Koperasi Terapkan Zero Tolerance Pungli dan Penipuan, Pelanggaran Diproses Tegas Secara Hukum
-
Rekam Jejak 3 Eks Bupati di Lampung yang Kasih Gelar Adat ke Jokowi
-
Rilis Teaser PV, Anime The Kept Man of the Princess Knight Siap Tayang 2027
-
Motor Jarang Dipakai, Kapan Sebaiknya Ganti Oli?
-
Apple Lobi AS agar Bisa Pakai Chip RAM China, Harga DRAM Samsung Naik 100% Picu Ancaman Pasokan
-
Timnas U-17 vs Malaysia di Manahan, Wali Kota Solo: Momentum Emas Perkuat Ekosistem Sepak Bola
-
Statistik Mengagumkan Bikin AS Monaco Yakin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona
-
Mengapa Sebagian Ibu Membenci Putrinya? Mengurai Luka Batin yang Diwariskan