Suara Denpasar - Aktivitas lingkungan hidup menilai bahwa bencana yang terjadi kali ini adalah bencana lingkungan yang disebabkan pada kebijakan pemerintah pada keselamatan lingkungan.
Untuk itu sejumlah aktivitas mendesak pemerintah untuk menghentikan mega proyek tol dan Pembangunan Terminal LNG di Kawasan Mangrove.
Desakan dan peringatan ini dilakukan menyusul banjir bandang dan longsor yang terjadi di Bali yang membuat enam nyawa melayang.
"Bencana yang terjadi merupakan bencana lingkungan. Artinya bencana yang menelan korban jiwa ini disebabkan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada keselamatan lingkungan," kata Kordinator Divisi Advokasi Komite Kerja Advokasi Lingkungan (Kekal) - Bali Made Juli Untung Pratama dalam keterangannya di Kubu Kopi, Renon, Denpasar, Jumat (21/10/2022).
"Bencana terjadi karena tidak adanya kebijakan-kebijakan pemerintah Provinsi Bali yang bertujuan untuk menyelamatkan lingkungan hidup dan mitigasi bencana," imbuhnya.
Beberapa proyek yang dinilai akan memberi dampak pada lingkungan adalah pembangunan pusat Kebudayaan Bali di Kawasan Rawan Bencana.
Kemudian proyek tol Gilimanuk-Mengwi dengan memerabas lahan 480,58 hektar sawah.
Proyek tol ini juga menggunakan lahan hutan lindung Bali Barat seluas 75,14 Hektar dan 98 titik subak.
"Seharusnya Pemprov Bali mengusahakan kebijakan untuk memenuhi ketentuan minimal 30 persen kawasan hutan terpenuhi," ungkapnya.
Baca Juga: Pulau Dewata Dilanda Bencana Alam, WALHI Bali Ungkap Penyebab Utamanya
Begitu juga dengan Terminal LNG di kawasan mangrove, Denpasar.
Selain merusak mangrove, rencana pembangunan terminal ini akan mengeruk alur laut seluas 84,3 hektar, sehingga menimbulkan kerusakan terumbu karang seluas 5,2 hektar.
"Longsor dan banjir bandang merupakan wajah depan dari kebijakan struktural yang kerusakan lingkungan dan pemanfaatan ruang yang tidak terkendali," sambung Finace Campaigner 350 Indonesia Suryadi Darmoko.
Dia menilai bencana kali ini adalah pencampuran dampak alih fungsi lahan dan cuaca ekstrem. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo dan Angkasa Pura Didorong untuk IPO
-
Prabowo Putuskan Gubernur BI Pekan Ini, Destry Damayanti Segera Dilantik?
-
Siapa Dokter Tamara Jasmine? Sosok yang Viral Usai Sindir Pasien BPJS Kesehatan
-
Bukan Sekadar Layanan, Ini Cara BRI Beri Penghormatan Spesial untuk Purnatugas
-
Misi Mandiri Teknologi, Kepala BRIN Targetkan Indonesia Tak Lagi Bergantung pada Chip Asing
-
Takaran Sunscreen 2 Ruas Jari Berlaku untuk Semua Tekstur atau Tidak? Ini Kata Dokter
-
Skor PISA RI di Bawah Vietnam, Prabowo: Terima Sebagai Koreksi, Tapi Kita Jangan Terlalu Takut
-
Panduan Memilih Baterai Terbaik dengan Teknologi Double Child Guard dari Panasonic
-
Direktur Bus ALS Jadi Tersangka Buntut Kecelakaan Musi Rawas, Ini Sosoknya
-
Sentil Prestasi Timnas, Prabowo Bandingkan RI dengan Cape Verde yang Penduduknya Kalah dari Sumedang