Suara Denpasar – Gugatan cerai yang diajukan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika terhadap suaminya, anggota DPR RI, Dedi Mulyadi merembet ke mana-mana. Kali ini, Anne Ratna ‘menyerang’ Kang Dedi Mulyadi dengan sebutan ‘bupati baheula’ yang suka pencitraan saja. Padahal, sebelum adanya gugatan cerai ke Pengadilan Purwakarta menyebut suaminya totalitas dalam bekerja.
Seperti terlihat dalam kanal Youtube Ivan Wirata Channel yang diunggah 31 Desember 2021. Saat itu, Ivan Wirata yang merupakan anggota DPRD Muarojambi sekaligus ketua DPD Golkar Muarojambi, Provinsi Jambi, datang ke Purwakarta untuk melihat belajar kepemimpinan Dedi Mulyadi dan Anne Ratna.
Setelah diajak berkeliling di tengah sosialisasi Bupati Anne Ratna, Ivan Wirata sempat menanyakan apakah Dedi Mulyadi yang ditampilkan di media sosial hanya sebuah pencitraan sebagai politikus. Diketahui, Kang Dedi Mulyadi yang kerap dipanggil KDM itu kerap menampilkan sebagai problem solver (pemecah masalah) dan terkenal berjiwa sosial.
“Supaya masyarakat Indonesia tahu, apa betul KDM itu kadang-kadang pencitraan? Jadi saya penasaran dan saya langsung ke Kabupaten Purwakarta. Menurut ibu apa sih seorang KDM di mata Ibu. Mungkin yang paling pas menilai seorang KDM hanyalah ibu,” tanya Ivan Wirata kepada Ambu Anne, dikutip Suara Denpasar, Sabtu (26/11/2022).
Anne Ratna pun menjelaskan bahwa keseharian dia sebagai Bupati Purwakarta melanjutkan apa yang sudah dilakukan Kang Dedi Mulyadi. Yakni bertemu dengan masyarakat secara langsung. Kemudian, Ambu Anne menyatakan, Dedi Mulyadi itu memiliki karakter kalau melaksanakan tugas itu all out atau totalitas.
“Awal-awal juga saya kaget. Waktu pertama kali anak-anak masih kecil kok ini bapaknya atau ayahnya kok sibuk terus. Nah, ketika saya protes pun tidak digubris, karena memang jiwanya itu sudah sangat dekat dengan masyarakat. Jiwa sosialnya itu betul-betul sudah sepertinya sudah ada gitu kan seluruh diri seorang KDM,” terang Ambu Anne.
Karena itu, kata Ambu Anne, waktu itu betul-betul memberikan ruang leluasa bagi KDM untuk berinteraksi, bersosialisasi, kemudian bersilaturahmi dengan warga atau masyarakat.
“Ya alhamdulillah sampai sekarang kebiasaan itu masih diteruskan walaupun beliau sudah tidak menjabat lagi jadi Bupati. Mudah-mudahan dapat menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan. Supaya kita juga sebagai manusia punya nilai manfaat bagi orang. Seperti itu, sangat sederhana tetapi memang berawal dari niat,” tandasnya.
Berbalik Arah setelah Gugat Cerai
Pernyataan Ambu Anne itu pun berbanding terbalik dengan saat dia berpidato dalam acara Gempungan di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Selasa (22/11/2022). Gempungan sendiri program silaturahmi bupati dengan warga desa, yang dipadu dengan gebyar desa dimulai saat Dedi Mulyadi menjadi bupati Purwakarta dua periode, yang kini dilanjutkan Anne Ratna.
Dalam pidatonya, Bupati Anne Ratna justru ‘menyerang’ kebijakan Dedi Mulyadi saat menjadi bupati maupun secara pribadi. Dia menyinggung soal utang dana bagi hasil (DBH) ke desa selama tiga tahun yang ditinggalkan oleh Dedi Mulyadi yang dia sebut sebagai 'bupati baheula'.
Kata Anne Ratna, utang DBH itu baru dibayar setahun di era Anne Ratna sebesar Rp28 miliar, sehingga masih punya utang DBH selama 2 tahun sampai sekarang. Sedangkan di era Anne Ratna, dia mengaku tidak pernah berutang pembayaran DBH ke desa.
Ambu Anne pun menyatakan, tidak akan membayarkan utang DBH ke desa yang sisa 2 tahun pada era Dedi Mulyadi. Dia sengaja tidak membayarkan utang DBH agar DPRD Purwakarta tahu siapa yang utang, dan siapa yang membayar.
“Siapa elu, nggak akan aku bayarkan, yah, lu yang utang gua yang bayar, enak aja lu,” kata Anne Ratna dilansir dari Youtube Septio Ali Reza yang tayang Kamis (24/11/2022).
Bahkan, Anne Ratna 'menyerang' scara pribadi Dedi Mulyadi yang menurutnya melakukan pencitraan, sampai nangis-nangis di media sosial.
“Matakan jadi bupati teh sing leres, entong pencitraan wae, kitu kan, ieu mah pencitraan wae sih, ceurik wae bari jeung ‘hoho’, teuing bener teuing henteu,” kata Ambu Anne, yang artinya, “Makanya jadi bupati itu yang bener, jangan pencitraan melulu, dia pencitraan melulu sih, jangan nangis melulu, gak tahu benar atau pura-pura.”
Pernyataan Ambu Anne ini pun dikomentari sejumlah netizen. Berikut beberapa komentar mereka di kolom Youtube Septio Ali Reza.
“Tanpa Pak Dedi Ambu gak seperti sekarang Ambu ingat,” tulis @paijaharplos4541.
“Mau memuji diri sendiri setinggi langit tapi rakyat tahu Pak Dedi Mulyadi orang baik. Pejabat yang baik. Jangan lupakan perjuangane beliau buat hidup Ambu,” kata @ngalamman6083.
“Tanpa Pak Dedi, ibu tidak akan seperti ini (jadi bupati),” lanjut @rindiantika9295.
“Jadi bupati jasa saha? eyyy jelas Pak Dedi punya jasa!” kata @dewiwi2369.
“Kacang lupa kulitnya, jadi bupati meunang saha teh aneu,” kata @otibhotibi4471.
“Inikah hasil umrah???” tanya @matalihapri3591. (*)
Berita Terkait
-
Kang Dedi Ingatkan Neng Anne Perlu Belajar dari PSK
-
Tegas! Dedi Mulyadi Sebut Pengungsi Korban Gempa Tidak Boleh Lapar, KDM Tolak Permintaan Rokok
-
Stres Jadi Mens, Dedi Mulyadi Gotong Pembalut ke Tenda, Kalau Malam Pengin Sama Istri Bagaimana?
-
Nyelekit! Ambu Anne Sindir Kang Dedi Mulyadi: Jadi Bupati Sing Leres, Tong Pencitraan Wae!
-
Bikin Shock! Bupati Purwakarta, Ambu Anne Bayarin Hutang Sisa Dedi Mulyadi Saat Menjabat: Rp28 Milyar!
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Andai Ini Ramadan Terakhirku
-
Saldo Berkurang hingga Puluhan Juta, Ratusan Nasabah Geruduk Bank Jambi, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Sopir Truk Wajib Tahu! Ini Aturan Pembatasan Operasional di Merak dan Ciwandan
-
Apakah Tarif Trump Bagi Indonesia Masih Bisa Diubah, Ini Kata Pemerintah
-
Ibu Tiri di Sukabumi Bantah Tuduhan: NS Meninggal Karena Sakit, Bukan Kekerasan
-
Buruan Serbu! Hari Terakhir Diskon 50 Persen Tiket Nonton di m.tix Spesial HUT BCA
-
5 Rekomendasi Sabun Muka pH Balance untuk Jaga Skin Barrier Tetap Sehat
-
Kapolri Buka Suara soal Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar oleh Anggota Brimob di Maluku Tenggara
-
Kisah Inspiratif Lipay Xia, dari Titik Terendah hingga Sukses di Dunia Cosplay dan E-Sport
-
Tragedi Gajah Riau: Tiada Tahun Tanpa Kematian, Gading Hilang dan Kepala Dipotong Pemburu