Suara Denpasar - Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak (IPMAP) Kabupaten Puncak wilayah koordinasi Jawa dan Bali menolak penginputan database di aplikasi Dikti untuk penyaluran beasiswa di Kabupaten Puncak, Papua.
Hal tersebut disampaikan oleh Dety Tabuni, Ketua Badan Pengurus Koordinator Wilayah (BPKW), Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak (IPMAP), Bali.
Diketahui sebelumnya, pemerintah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua menggunakan aplikasi berbasis online yaitu SAPBKPP atau Sistem Aplikasi Penyaluran Beasiswa Kabupaten Puncak. Saat ini aplikasi tersebut sedang berjalan.
Menanggapi hal itu, Dety Tabuni menilai program Bupati Kabupaten Puncak, Wilem Wandik, tidak berjalan sebagimana yang dijanjikan.
"Kami mahasiwa Puncak Jawa dan Bali menolak tegas penerapan Aplikasi Dikti untuk penyaluran beasiswa Mahasiswa Puncak tersebut. Bupati Wilem Wandik selama memimpin dua periode tidak terlihat kemajuan pembangunan dan perkembangan sumber daya manusia di Kabupaten Puncak," ujar Dety, Senin, (12/12/2022).
Dia pun menagih janji Wilem Wandik yang menurutnya pernah mengatakan akan sosialisasi aplikasi tersebut di kota studi masing-masing. Namun sampai saat ini belum dilakukan Wilem Wandik.
Dety Tabuni mengatakan, pihaknya akan mengisi database tersebut apabila Pemerintah Kabupaten Puncak terjun langsung untuk mensosialisasikan aplikasi tersebut. Dan yang paling terpenting kata dia, Pemda Puncak harus menunjukan hasil pembangunan SDM melalui aplikasi tersebut.
"Dasar dari Mahasiswa Puncak wilayah Jawa dan Bali menolak menginput data tersebut karena sejauh aplikasi ini digunakan belum ada hasilnya. Apabila sudah ada kemajuan di Kabupaten Puncak, maka kami akan percaya bahwasannya aplikasi tersebut berhasil.
Namun, lanjut dia, kenyataannya perkembangan dan pembangunan daerah sangat minim sekali. "Maka kami menolak tegas penerapan aplikasi tersebut," tegasnya.
Baca Juga: Jokowi Ingatkan Lukas Enembe, Operasi Jemput Paksa, Tiga Kompi Brimob Nusantara Tiba di Papua
Dalam kesempatan tersebut, Dety Tabuni membacakan poin-poin yang menjadi tuntutan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak (IPMAP) wilayah koordinasi Jawa-Bali, yang mana tuntutan itu ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Puncak.
Berikut adalah poin-poin tuntutannya:
1. Mahasiswa Puncak Papua se-Jawa dan Bali, menegaskan Kepada Pemerintah Kabupaten Puncak Papua untuk melaksanakan janjinya pada tahun lalu bhawa akan melakukan monitoring ke setiap. Kota studi namun sampai sejauh ini belum terlaksana.
2. Mahasiswa Kabupaten Puncak se-Jawa dan Bali dengan tegas menolak Data untuk menginput lewat Dikti. Dengan alasan Pemerintah sering telat mengirim bantuan beasiswa, sementara mahasiswa lagi terkendala dengan financial untuk kebutuhan kampus dll.
3. Mahasiswa Puncak se-Jawa dan Bali menolak Data Dikti. Dengan alasan bahwa Pemda Puncak pernah berjanji untuk mengadakan pertemuan, namun janji itu belum terlaksana.
4. Mahasiswa Kabupaten Puncak se-Jawa dan Bali, mengusulkan beasiswa studi akhir. Dan pemerintah segera kerja sama dengan pihak terkait agar dana beasiswa studi akhir bisa diperuntukkan kepada Mahasiswa Puncak langsung ke rekening masing-masing di Jawa dan Bali.
Berita Terkait
-
Dituding Aksi Mahasiswa Papua Tidak Bermartabat, AMP Bali: Silakan Lihat Videonya!
-
Begini Respons Ketua Gerakan Pemuda Jayapura Terkait Bentrok Mahasiswa Papua di Bali
-
Pernyataan Resmi Desa Adat Renon Pasca-Demo Mahasiswa Papua di Bali, Wayan Suarta: Saya Juga Kena Lempar
-
Demo Mahasiswa Papua saat KTT G20 di Bali Digebuki hingga Luka-luka, Massa Dikepung di Asrama
-
Ratusan Warga Lakukan Pawai Penjemputan Jenazah Filep Karma, Aktivis Kemerdekaan Papua
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Daftar Lengkap Pemenang APFI 2026: Dari Tragedi Banjir Hingga Kutukan Mandalika
-
Sejumlah SPBU Pertamina Tak Lagi Jual Pertalite, Ini Alasannya
-
Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
CEO Sony Bahas PS6, Ungkap Krisis Memori Bakal Berdampak ke Harga Konsol
-
Gandeng Satpol PP, Kemendagri Luncurkan Strategi Indonesia ASRI Demi Keamanan dan Keindahan
-
Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
Dikomplain Andre Taulany, Erin Beberkan Kendala Hapus Nama Taulany di Akun Medsos