Suara Denpasar – Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi menangkap seorang pedagang kerupuk yang berjualan di Bali. Pedagang kerupuk itu diangkut ke mobilnya, hingga dimintai uang. Kang Dedi Mulyadi pun membuat pedagang itu menangis.
Seperti terlihat dalam tayangan Youtube Kang Dedi Mulyadi, Kamis (22/12/2022). Dia terlihat menumpangi mobil dan berhenti di tepi jalan.
Kang Dedi Mulyadi menurunkan seorang pedagang kerupuk bernama Abdurrahman yang barang dagangannya diborong. Saat menurunkan pedagang kerupuk Abdurrahman, seorang pedagang kerupuk lain yang melihatnya bertanya-tanya.
“Arapah reh,” tanya pedagang kerupuk itu menanyakan dalam Bahasa Madura.
Pedagang kerupuk Abdurrahman diam saja. Kemudian pedagang kerupuk satunya menanyakan ke Kang Dedi ada apa sehingga temannya diangkut mobil.
“Kenapa? Ada apa, Pak?” tanya pedagang kerupuk ini.
“Melanggar dia. Jualannya di tempat turis. Di depan hotel,” kata mantan bupati Purwakarta dua periode ini.
“Saya ndak, Pak. (saya) lewat sini,” katanya.
Kang Dedi pun menggertak sang pedagang kerupuk ini untuk diangkut ke mobil. Dia tidak mau. Namun akhirnya dipaksa Kang Dedi Mulyadi naik mobil bersama barang dagangannya.
Baca Juga: Spesial Pake Telor, Perlakuan Kang Dedi Terhadap Neng Salma yang Masih SMA
Di dalam mobil, Kang Dedi menanyakan apakah kerupuk yang dijual ada izinnya, juga apakah berjualan ada kartu atau izinnya. Sang pedahang kerupuk bernama Budi, asal Probolinggo, itu pun mengaku tidak tahu.
Suami dari Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika ini pun menegaskan berjualan kerupuk pun harus ada izinnya. Budi terlihat kebingungan. Dia ingin menelepon bosnya.
Akhirnya Budi merengek minta dibebaskan. Dia minta damai. Kang Dedi Mulyadi pun meminta uang damai. Terjadi tawar-menawar. Kang Dedi menyatakan, pedagang kerupuk yang tadi memberi uang damai Rp200 ribu.
“Kalau saya belum dapat uang Rp200 ribu, Pak. Saya sepi, Pak. Bapaknya kan tahu sendiri,” kata Budi dengan memelas.
“Kalau gitu punya berapa? Daripada kerupuknya disita, gak bisa jualan, pulang gak punya ongkos,” terang ayah dari Maula Akbar, Yudistira dan Nyi Hyang Sukma ini.
Budi pun merengek minta dibebaskan. Kang Dedi memaksa ada uang berapa. Budi pun mengeluarkan uang hasil jualan dari tas selempangnya. Hanya ada dual embar pecahan Rp50 ribu dan beberapa pecahan lebih kecil.
Berita Terkait
-
Ambu Anne Hengkang dan Boyong Kasur, Kini Giliran Dedi Mulyadi Ngomongin Masalah Piring: Ngapain Juga..
-
Sebut Tak Mungkin Nikahi Yessy, Dedi Mulyadi Pilih Desy Ratnasari?
-
Lirik Lagu Bahasa Sunda 'INDUNG' by Kang Dedi Mulyadi yang Diciptakan Saat Hari Ibu
-
Makin Sayang, So Sweet! Kang Dedi Mulyadi Ikut Rayakan Hari Ibu dengan Ciptakan Lagu Untuk Emi
-
Teuing Ah! Eksepsi Dedi Mulyadi Ditolak Pengadilan, Ambu Anne Bersyukur Hingga Beri Apresiasi Hakim
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan