Suara, Denpasar- Dedi Mulyadi mengeluarkan kritikan keras terkait dengan kondisi jalan raya yang statusnya milik Provinsi Jawa Barat yang disebutnya seperti kubangan.
Kang Dedi Mulyadi yang merupakan anggota DPR RI ini menyebut jalan provinsi seharusnya bisa lebih baik karena setiap hari dilewati banyak kendaraan.
Terlebih kata Kang Dedi Mulyadi semua kendaraan yang lewat di jalan provinsi tersebut juga sudah membayar pajak.
Sehingga sudah seharusnya para pemakai jalan juga harus mendapatkan fasilitas jalan yang lebih layak, dan tidak membahayakan pengendara.
Saking rusaknya, Kang Dedi Mulyadi sampai menyebut jika jalan provinsi tersebut seperti kubangan yang sangat tidak layak dilalui.
"Ini jalannya jelek banget, padahal kita bayar pajak, ini jalan provinsi, dilewati mobil banyak tiap hari, industri jalan, industrinya banyar pajak, mobil yang lewat bayar pajak, jalannya begini," kata Kang Dedi Mulyadi seperti yang dia unggah di akun KDM Channel dikutip pada Senin (2/1).
Dia bahkan mengibaratkan jalan provinsi yang digunakan untuk jalur lintas daerah tersebut seperti kubangan.
"Gak pantes jalan provinsi kayak gini, kayak kubangan," ungkapnya saat bertemu dengan sopir angkot yang macet.
Kang Dedi Mulyadi bertemu dengan sopir angkot yang mogok lalu turut membantunya mendorong dan dibawa ke bengkel. ***
Baca Juga: Semua Mau Disikat! Timnas Indonesia Tak Takut Tim Terbaik di Piala AFF 2022
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial