Suara Denpasar - Berita heboh mengabarkan bahwa sudah terbongkar Rp300 triliun untuk Istana, dikabarkan hal tersebut disampaikan Sri Mulyani di hadapan media, ia mengaku diperintah oleh orang besar terkait kasus Rp300 triliun.
Kabar tersebut diunggah dan disebarkan oleh channel YouTube SNIPER POLITIK, dengan judul 'TERBON9KAR 300 TRILIUN UNTUK ISTANA, DI DEPAN MEDIA SRI MULYANI AKUI DISURUH ORANG BESAR INI', dilansir Suara Denpasar pada Rabu, (15/3/2023).
Kemudian, pada bagian gambar utama video atau thumbnail video itu juga tertulis 'Bongkar Siasat Keji! 300 T untuk Istana, di Depan Media Sri Mulyani Akui Disuruh Orang Besar Ini'.
Kabar tersebut diunggah pada hari ini, 3 jam yang lalu, tepatnya pada Rabu, (15/3/2023), dengan durasi video 8 menit 16 detik, walau baru saja diunggah 3 jam lalu, video itu sudah ditonton 2,5 ribu kali.
Berikut ini link video tersebut:
https://youtu.be/TH07QtWJygk
Lantas apakah kabar tersebut merupakan fakta? Atau berita hoax? Tim Suara Denpasar melakukan penelusuran untuk mendapatkan informasi yang valid.
CEK FAKTA
Setelah ditelusuri, video itu menayangkan potongan video Sri Mulyani tanpa suara dan foto-foto Menteri Keuangan itu. Selain itu, sang narator juga menyampaikan isu-isu tentang dugaan tindak pidana korupsi 300 Triliun yang dilakukan oleh Sri Mulyani dan pejabat terkait, atau pihak pemerintah.
"Sri Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia menjadi banyak sorotan beberapa hari terakhir, karena skandal pajak yang melibatkan beberapa pejabat di Kementerian Keuangan," ujar sang narator.
Baca Juga: Sho Yamamoto Teken Kontrak Baru, Tetap Berseragam Persebaya Musim Depan
"Netizen meminta Sri Mulyani untuk mundur dari jabatan Menteri Keuangan karena skandal tersebut," ujar sang narator.
Akan tetapi sang narator tidak menyampaikan sumber informasi yang kredibel dan data pendukung yang valid.
Namun, berbeda dengan berita yang disampaikam channel YouTube tersebut, faktanya berdasarkan keterangan PPATK, pihaknya menjelaskan bahwa kasus 300 triliun yang melibatkan Kementerian Keuangan bukan kasus tentang pejabat Kementerian Keuangan yang melakukan tindak pidana korupsi.
Akan tetapi peran Kemenkeu sebagai salah satu penyidik dalam menangani kasus 300 triliun ini, kasus yang termasuk tindak pidana pencucuian uang.
Dilansir dari ANTARA, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengklarifikasi bahwa dugaan transaksi mencurigakan senilai Rp300 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bukan merupakan korupsi pegawai Kemenkeu.
"Ini lebih kepada kasus-kasus yang kami sampaikan ke Kemenkeu sebagai penyidik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010," ungkap Ivan di Jakarta, Selasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi