Suara Denpasar- Polda Bali melalui Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu menyampaikan tanggapan terhadap kericuhan yang terjadi saat aksi demo Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali (AMP-KK Bali) dengan ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) wilayah Bali pada Sabtu 1 April 2023 kemarin.
Dalam keterangannya, Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu mengatakan bahwa tidak ada pembiaran tindakan anarkis oleh pihak aparat Polda Bali dan Polresta Denpasar, seperti yang disampaikan oleh Post Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).
"Kami (Polda Bali) dan Polresta Denpasar justru saat itu tetap mengamankan jalannya aksi Demo yang dilakukan AMP tersebut. Dan bahkan Tim Dokkes Polresta Denpasar melakukan pertolongan pertama kepada korban yang mengalami luka-luka selanjutnya korban dirujuk ke RS. Trijata dan RSUP Prof. Ngoerah Sanglah," kata Satake melalui rilis yang diterima denpasar.suara.com, Selasa, (4/4/2023).
Satake menjelaskan bahwa sebelumnya surat permohonan izin melaksanakan aksi demo oleh Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali (AMP-KK Bali) dan ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) wilayah Bali, di simpang empat Jl. P.B Sudirman Denpasar, ditolak oleh Polresta Denpasar.
Pertimbangannya adalah karena lokasi tersebut merupakan salah satu titik jalan pusat dan terpadat di kota Denpasar, sehingga dikhawatirkan dan pasti akan sangat mengganggu situasi Kamseltibcarlantas.
Namun demikian, kata dia, Polda Bali dan Polresta Denpasar tetap melaksanakan pengamanan aksi Demo yang rencana berlokasi di Perempatan jalan Sudirman tersebut.
Selanjutnya Sateke menghimbau apabila masih ada korban luka-luka pada aksi tersebut agar segera melaporkan kepada Polresta Denpasar.
"Kami (Polda Bali) menghimbau kalau memang masih ada korban luka-luka atau lainnya baik dari pihak warga masyarakat maupun para pendemo pada tanggal 1 april tersebut berlangsung, kami berharap segera melaporkan diri ke pihak Kepolisian (Polresta Denpasar ataupun Polda Bali)," tutupnya. (Rizal/*)
Baca Juga: Pemain Persib Bandung Beri Pesan Menyentuh Usai Kerusuhan Suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Satyalancana untuk Dekan Unsoed Dipertanyakan di Tengah Polemik Integritas Akademik
-
Jejak Tebangan Kayu Hangus Terbakar Ditemukan di Lokasi Karhutla Jambi
-
Satu Minggu Jelang Muktamar, 4 Nama Kandidat Ketum PBNU Mengerucut, Siapa Terkuat?
-
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Pengamat UGM Soroti Ancaman Sentralisasi dan Beban APBN
-
Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Fahira Idris: Bang Japar Ajak Warga Jaga Jakarta
-
DPR Soroti Risiko Diskriminasi Bantuan Gempa NTT di Tengah Pilkades
-
Dituduh Ngamuk dan Tunjuk-Tunjuk Pengacara Ruben Onsu, Sarwendah: Sebagai Ibu Wajar...
-
DPR Dukung Perpres Timah Rakyat, Biar PT Timah Bisa Beli 3.000 Ton Hasil Warga
-
Serbaguna! 5 Pelembap Wajah dan Tubuh Ampuh Mengunci Kelembapan Kulit
-
Menhub: Sejumlah Penerbangan di Kalimantan Batal Imbas Asap Karhutla