Suara Denpasar – Di tengah sakit kanker payudara yang sedang dideritanya, Nunung cerita masa lalunya ketika bergabung di grup pelawak Srimulat. Dia menyebut, saat awal-awal menjadi perlawak bersama Srimulat, dia dibayar Rp600.
Nunung Srimulat menceritakan kepada kepada Parto, Akri, dan Eko, grup pelawak Patrio. Perbincangan itu diunggah dalam kanal Youtube Eko Patrio TV, Minggu, 9 April 2023.
Dia cerita, awalnya menjadi penyanyi cilik lalu ikut dalam grup gambus di Solo. Sekali manggung bersama grup gambus kala itu Nunung dapat honor Rp400.
Di grup gambus itu, dia bertahan sampai usia 17 tahun. Sekitar tahun 1980-an, perempuan kelahiran 5 April 1963 itu bergabung dengan Srimulat.
Pada tahun 1980-an, Srimulat mendapat tempat di TVRI. Sejak itu, Nunung pun ikut hijrah ke Jakarta.
“Honor pertama kali di Srimulat itu bulan atau tiap hari?” tanya Parto.
“Tiap hari. Waktu itu 600 perak (maksudnya Rp600). Udah lumayan buat keluargaku, dengan saudaraku yang banyak,” aku Nunung.
“Sama jalan-jalan ke Amerika, ke Australia,” seloroh Eko.
Akri tak mau kalah. Dia malah menyebut bahwa Rp600 itu bisa untuk membeli mobil.
Baca Juga: Kasus KDRT Venna Melinda, Komedian Nunung Hanya Bisa Mendoakan
“Rp600 itu bisa buat beli mobil,” ucap Akri.
“Hah?” kata Eko dan Nunung hampir bersamaan.
“Iya. Tapi pake tali gitu,” tandas Akri sambil berdiri dan memperagakan seperti sedang menarik mobil-mobilan menggunakan tali.
Pernyataan Akri pun membuat ketiganya tertawa. Walau begitu, uang Rp600 pada zaman itu termasuk besar. Harga beras saat itu sekitar Rp200 per kg. Minyak tanah hanya Rp40 per liter. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan