/
Kamis, 06 Juli 2023 | 12:45 WIB
Beda Sikap dengan Ridwan Kamil, Wapres Ma’ruf Amin Sebut Pesantren Al Zaytun Tidak Dibubarkan, Bakal Dibina?

Suara Denpasar – Beberapa waktu lalu Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat berpendapat bahwa Pondok Pesantren Al Zaytun sebaiknya dibekukan.

Pendapat yang berbeda disampaikan oleh Wapres Ma’ruf Amin. Dirinya menyampaikan pendapat bahwa pembubaran atau pembekuan tidak efektif karena ada beberapa pertimbangan.

Mulanya, seorang wartawan menanyakan keputusan pemerintah tentang Pondok Pesantren Al Zaytun, sedangkan Ridwan Kamil sudah tegas berharap pesantren itu dibekukan izin operasionalnya.

“Terkait perkembangan Pesantren Al Zaytun pak, salah satu keputusan pemerintah sementara saat ini kan menyelamatkan Al Zaytun dari sisi lembaganya, yakni untuk pembinaan terhadap pesantren tersebut,” ucap seorang wartawan dilansir Suara Denpasar dari instagram @undercover.id pada Kamis, (6/7/2023).

“Arahan pak Wapres seperti apa pak untuk memastikan pembinaan ini tidak ada penyimpangan lagi? Dan salah satu rekomendasi dari Gubernur Jawa Barat kan untuk membekukan pesantren tersebut pak, kalau dari pak Wapres sendiri seperti apa arahan?” lanjutnya.

Ma’ruf Amin tidak mengelak bahwa banyak masyarakat yang berharap pondok pesantren Al Zaytun itu dibubarkan.

Akan tetapi dari pihak pemerintah ada beberapa pertimbangan yang akan dipikirkan secara matang dalam mengambil keputusan tersebut.

“Pesantrennya ini masyarakat ingin banyak membubarkan, menutup, tetapi memang ada pertimbangan bahwa di situ banyak santri,” jawabnya.

“Ini perlu dibina, perlu supaya diluruskan, akidahnya diluruskan, pemahamannya diluruskan, komitmen kebangsaannya diluruskan, nanti semuanya itu nah itu perlu dilakukan,” lanjutnya.

Baca Juga: Tangani Polemik Al-Zaytun, Mahfud MD Sampaikan 3 Tindakan dari Pemerintah, Ada Tugas Khusus untuk Ridwan Kamil

Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa menurutnya ada beberapa alternatif selain pembubaran, salah satunya ia berpendapat tidak perlu dibubarkan, namun cukup diberi pembinaan sehingga santri-santrinya masih bisa tetap belajar di pesantren tersebut.

“Jadi mungkin beberapa alternatifnya itu tidak dibubarkan tapi dibangun dibina dengan baik sehingga mereka tetap pesantren itu bisa berjalan, bisa belajar, tetapi sesuai dengan akidahnya yang sudah benar,” pungkasnya. (*/Ana AP)

Load More