Suara Denpasar – Pinkan Mambo akhirnya angkat bicara mengenai pelecehan seksual yang dialami oleh anak kandungnya yang berinisial MA.
Dikutip Suara Denpasar dari akun media sosial Instagram @pembasmi.kehaluan.reall, Pinkan Mambo mengatakan bahwa dirinya tidak mungkin mengurus hal begituan dikarenakan harus bekerja mencari uang untuk makan dan susu anaknya.
“Ya kalau takut masuk kamar, kunci kamar. Karena mami kan harus kerja aku bilang. Harus kerja keluar rumah. Yaudah kalau aku harus kerja ke luar rumah ya kamu harus masuk, masuk dan kunci karena saya kan harus cari uang. Gak mungkin dong saya ngurus yang begituan, anak saya mau makan apa susunya,” ucap Pinkan Mambo, dikutip Suara Denpasar dari akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall, Senin, (31/7/2023).
Lebih lanjut, Pinkan Mambo juga mengatakan bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi kepada anaknya. Pasalnya pada waktu itu Pinkan Mambo memiliki 5 orang asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya.
“Saya kerja keluar rumah beli baju jual baju segala macem. Ya kunci kamar, eh pas saya pulang ngapain dia (MA) ada di kamar saya. Kan logikanya kalau orang ketakutan ngapain dikamar aku. Dia bilang enggak ada amba (Art) loh mbak nya banyak, mbak nya ada lima waktu itu banyak banget mbak nya. Pada kemana mbak nya?, kecuali gak ada mbak gak ada yang jagain anak kecil,” tuturnya.
Mendengar jawaban seperti itu, netizen tanah air pun ramai-ramai menghujat Pinkan Mambo dalam kolom komentar yang menggugah pernyataan Pinkan Mambo tersebut.
“Gimana sih perasaan lo kalo anak lo speak up kek gitu ??? apapun ceritanya anak dulu selametin baru cari fakta,” komentar dari @saripus_meong.
“Gak mungkin dong saya ngurusin hal begituan???!!!” halo ibukkk… itu anakmu yang lapor ke dirimu atas ketakutannya karena dilecehkan ayah tirinya. Bukan takut digigit cicak. Bisa-bisanya dianggep sepele begini,” komentar dari @triasitafebriana.
“Terus anaknya dilecehin dia santai. Fix dia bukan ibu,” komentar dari @cheche_euis.(Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Erick Thohir Lantik Sesmenpora dan Deputi Baru, Targetkan Industri Olahraga Indonesia Naik Kelas
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan