Suara Denpasar - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Provinsi Bali berupaya mendorong potensi usaha mikro dan kecil (UMK) melalui penyaluran pembiayaan ultramikro (UMi).
Melansir dari Antaranews.com Provinsi Bali memiliki pangsa pasar yang sangat potensial untuk menyerap pembiayaan UMi karena banyaknya pelaku UMK yang bergerak di sektor makanan, jasa, dan perdagangan.
Ini dikarenakan Provinsi Bali dikenal sebagai daerah pariwisata dan saat ini sektor pariwisata sudah kembali menggeliat di Bali.
"Bali sudah kembali ke karakter asli tulang punggung ekonominya pariwisata, ini krusial yang perlu menjadi perhatian baik pusat dan daerah," kata Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Bali Teguh Dwi Nugroho di Denpasar, Bali, Jumat (29/9/2023).
Ia juga mengungkapkan harapannya agar UMK bisa naik kelas sehingga upaya memberikan dorongan pada UMK ini diwujudkan melalui pendampingan pelaku usaha untuk penyaluran pembiayaan.
Pendampingan itu di antaranya dengan membantu promosi atau pemasaran produk UMK sehingga usaha dapat terus berkelanjutan.
Upaya ini diharapkan juga dapat memperkuat pelaku UMK dalam mengemmbangkan inovasi sehingga dapat terus bertumbuh di tengan sektor pariwisata yang terus menggeliat di Bali.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali tahun 2022, jumlah pelaku UMKM di Bali mencapai 440.609 pelaku usaha.
Ini menunjukkan adanya tren kenaikan dibandingkan data tahun 2021 yang hanya mencapai 412.265 pelaku usaha dengan perbandingan penduduk Bali sejumlah 4,27 jiwa penduduk.
Baca Juga: Resmi! UMK 9 Daerah di Bali, Terbesar Bukan Denpasar, Tapi Kabupaten Ini, Terkecil Bangli
Nantinya penyaluran pembiayaan UMi akan dilakukan dengan dua cara yakni secara tidak langsung melalui 14 lembaga keuangan bukan bank (LKBB) di Bali dan secara langsung.
Di antara 14 LKBB di Bali tersebut ialah Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM), Koperasi, Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) atau Indonesia Financial Group (IFG) melalui koperasi dan lembaga keuangan Mikro (LKM).
Berdasarkan data DJPb Kementerian Keuangan, realisasi pembiayaan UMi pada Januari-September 2023 mencapai Rp 26,6 miliat kepada 4.900 debitur.
3 daerah yang menduduki peringkat penyerapan tertinggi ialah Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Karangasem yang masing-masing mencapai Rp 4 miliar, serta Kabupaten Buleleng yang mencapai hingga Rp 6,8 miliar. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Harga Cabai Tembus Rp84 Ribu, Ini Penyebab di Balik Kenaikan Drastis
-
5 Posisi Lemari Pakaian yang Baik Menurut Fengshui, Diyakini Bisa Bawa Energi Positif
-
CEO Manchester United Bocorkan Setan Merah Bakal Beli Pemain Premier League
-
Dijaga Ketat Brimob! KPK Bawa Koper Usai Geledah Rumah Silmy Karim di Kebayoran Baru
-
Persib Bandung Jadikan ASEAN Club Championship sebagai Ajang Uji Kesiapan Menuju ACL 2
-
Tembus Semifinal Indonesia Open 2026, Raymond/Joaquin Dapat Wejangan Kevin Sanjaya
-
Eks ART Bantah Pakai Rok Anak Erin Taulany: Kemarin Katanya Baju, Besok-Besok Dalaman Sekalian
-
4 Doppelganger: Ini Daftar Kembaran Daihatsu Rocky yang Dijual di Indonesia dan Mancanegara
-
Pakai Kepingan Emas untuk Bayar Rumah Mewah, Kejanggalan Transaksi Anak Buah Silmy Karim
-
Hasil Undian ASEAN Club Championship 2026/2027, Indonesia Diwakili Persib Bandung dan Borneo FC