/
Sabtu, 17 September 2022 | 18:55 WIB
ilustrasi pistol, tembak, penembakan, senjata api. [Envato Elements] (Envato Elements)

Depok.suara.com - Telah terjadi penembakan pada penagih cicilan atau debt collector di Tangerang. Kapolsek Balaraja, Kompol Yudha Hermawan mengaku, masih menyelidiki dugaan penembakan yang dilakukan oknum nasabah penunggak kredit kendaraan bermotor tersebut.

"Masih lidik pelaku," ungkap Kapolsek Balaraja, Kompol Yudha Hermawan, dikonfirmasi, Sabtu (17/9/2022).

Dia menjelaskan, peristiwa penembakan terhadap juru tagih kredit kendaraan bermotor berinisial M (22), terjadi di kawasan Oleg Balaraja, Tangerang, pada Kamis (15/9) kemarin.

Dugaan penembakan itu, kata Kapolsek, bermula saat korban bersama tiga teman seprofesinya melihat unit kendaraan roda dua diduga menunggak cicilan kredit saat melintasi jalan Cangkudu menuju kawasan industri Balaraja.

Selanjutnya oleh korban dan dua orang rekannya dilakukan pengejaran terhadap sepeda motor diduga tertunggak cicilan kreditnya. Sesampainya di lokasi kawasan Oleg, Balaraja, sepeda motor tersebut dihentikan korban dan rekannya.

"Saat itu juga, pelaku langsung mengeluarkan senjata api dan langsung menembak korban," jelas dia.

Usai melakukan penembakan, pelaku dan rekannya kabur, sementara korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Dari hasil pemeriksaan medis terhadap korban diketahui mengalami luka tembak di bagian dagu, rahang dan pundak kiri.

"Saat ini masih kami selidiki lebih lanjut dan memeriksa saksi di lokasi kejadian," tegas Kapolsek.

Kejadian ini viral dan mengundang komentar netizen. Banyak komentar pro dan kontra pada debt collector.

Baca Juga: DLH dan Polisi di Karawang Lakukan Investigasi Kebocoran Gas Pabrik, Wabup Aep Bilang Begini

"Mau iba tapi senang. Mau senang tapi kasihan," ujar netizen.

"Pekerjaan yang kalo ga jadi pelaku, ya jadi korban," ucap lainnya.

"Serem ya dunia perngutangan," pungkas warganet.

Diketahui, profesi debt collector adalah profesi yang cukup berbahaya dan membahayakan. Sebelumnya, banyak kasus terkait kekerasan yang dilakukan debt collector, sehingga banyak orang yang malah membenci profesi tersebut.

Load More