Depok.suara.com - Viral pengendara mobil Toyota Avanza protes dikenakan tarif tidak sesuai dengan golongan jenis kendaraan di Gerbang Tol (GTO) Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Pengendara yang mengaku dari perusahaan mobil ternama tersebut, tidak terima dengan adanya penerapan tarif tol dari seharusnya Golongan I Rp19.000 menjadi Golongan II Rp28.000.
"Bagi teman-teman masuk Tol Kelapa Gading, hati-hati, perhatikan biaya karcis tolnya. Sesuaikan biayanya dengan golongannya. Mobilnya Avanza masuk golongan II bayarannya," ujar pria dalam rekaman video di media sosial.
Pria tersebut pun meminta petugas di GTO Kelapa Gading, untuk mengambalikan uang lebih yang telah dibayarkan dan memperbaiki tarif kesemula. Namun petugas tersebut, berdalih bawa sudah sesuai sistem hingga adu mulut sempat terjadi.
Video tersebut menuai banyak komentar warganet. Banyak yang tidak menyadari hal tersebut dan mengakui bahwa mereka juga mendapat kasus yang serupa.
"Waduh, saya baru sadar juga, dari Rp19 ribu ke Rp28 ribu lumayan," ungkap seorang warganet.
"Iya juga ya, gua ga pernah merhatiin main tempel aja," ucap warganet lain.
"Akhirnya masuk juga di berita," ujar warganet lega.
Menanggapi viralnya video tersebut, pengelola Tol Kelapa Gading, PT Jakarta Tollroad Development (JTD), buka suara. PT JTD Jaya Pratama meminta maaf.
Baca Juga: Respons Santai Sekjen PDIP Soal Jokowi Disebut Endorse Prabowo: Itu Cuma Persepsi
"Atas kejadian di atas tersebut, kami memahami ketidaknyamanan yang dialami pengguna jalan. Untuk itu, PT JTD Jaya Pratama selaku pengelola jalan Tol Ruas Kelapa Gading-Pulogebang menyampaikan permohonan maaf untuk ketidaknyamanan yang dialami pengguna jalan," demikian pernyataan JTD melalui Instagram Story, Rabu (21/9/2022).
PT JTD menyampaikan tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut. Hal itu murni karena kesalahan sistem.
"Kejadian tersebut tidak ada unsur kesengajaan dari pihak kami, namun merupakan adanya kegagalan penggolongan oleh sistem akibat terlalu sensitifnya sensor golongan," imbuhnya.
PT JTD menyatakan telah melakukan pengecekan. Ada dua kejadian yang dialami oleh pengguna jalan. Pihak JTD mengaku, bahwa pihaknya sudah bertangungjawab dan mengembalikan selisih tarif sesuai golongan.
"Melalui pengecekan yang kami lakukan bahwa ada dua kejadian salah golongan yang kemudian sudah ditangani dan dikembalikan uang selisih tarif sesuai golongan," ucapnya.
Untuk mengantisipasi hal serupa, PT JTD akan meningkatkan keandalan sistem peralatan transaksi dan SOP penanganan yang cepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika
-
Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir
-
Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto
-
Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun
-
DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik
-
Parfum Apa yang Aromanya Maskulin? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal
-
Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun
-
Ambisi Besar Changan Gempur Pasar Otomotif Indonesia Lewat Belasan Model Baru
-
Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas