/
Minggu, 25 September 2022 | 11:06 WIB
Ilustrasi teh (Pixabay)

Depok.suara.com - Teh menjadi minuman favorit di pagi hari. Selain menghangatkan, rasa teh yang khas tidak dapat tergantikan di mulut.

Selain itu, teh juga disukai karena manfaatnya untuk kesehatan. Karena, teh mengandung antioksidan yang berdampak positif bagi kesehatan tubuh. Sudah banyak buktinya, sebuah riset terbaru mencatat bahwa rutin minum teh bisa menurunkan risiko diabetes hingga stroke.

Para peneliti dari China melakukan studi yang dipresentasikan di European Association for the Study of Diabetes (EASD) Annual Meeting 2022 di Stockholm, Swedia. Pertama, mereka merekrut 5.199 partisipan dewasa dari data China Health and Nutrition Survey (CHNS) di sembilan provinsi China pada 1997 dan dipantau hingga tahun 2009.

Para partisipan juga mengisi kuesioner mengenai konsumsi makanan dan minuman, serta memaparkan informasi gaya hidup, seperti olahraga, kebiasaan merokok, hingga konsumsi alkohol. Ternyata, sebanyak 2.379 (46 persen) partisipan mengonsumsi teh.

Pada akhir studi, sebanyak 522 (10 persen) partisipan terdiagnosis diabetes tipe 2. Setelah disesuaikan dengan faktor risiko lainnya, para peneliti menemukan bahwa ternyata risiko diabetes tipe 2 tetap sama antara partisipan yang minum teh dan yang tidak.

Tidak berhenti sampai situ, para peneliti kemudian melakukan tinjauan sistematis terhadap studi yang menelaah efek minum teh terhadap risiko diabetes tipe 2 di kalangan dewasa. Mereka menelaah 19 studi yang melibatkan 1.076.311 partisipan dewasa dari delapan negara. Dalam analisis ini, para peneliti juga mempertimbangkan:

1. Jenis teh (teh hijau, teh oolong, dan teh hitam).
2. Frekuensi meminum teh (<1 cangkir per hari, 1–3 cangkir per hari, dan >4 cangkir per hari).
3. Jenis kelamin.
4. Lokasi studi (Benua Eropa, Amerika, dan Asia).

Penelitian tersebut, membuktikan bahwa meminum teh ternyata berhubungan dengan pengurangan risiko diabetes tipe 2, dan setiap cangkir teh per hari mengurangi risiko sekitar 1 persen. 

Dibanding tidak minum teh, peminum 1–3 cangkir per hari mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 4 persen, sementara yang lebih dari 4 cangkir mengurangi risiko hingga 17 persen dalam 1 dekade.

Baca Juga: Polda Bali Selidiki Kasus Penipuan 350 Calon PMI Oleh PT MAG Diamond

Manfaat teh ini tetap nyata terlepas dari jenis teh yang dikonsumsi oleh para partisipan, jenis kelamin, atau lokasi domisili. Oleh karena itu, para peneliti mencatat bahwa jumlah teh yang dikonsumsi adalah faktor utama dalam penelitian ini.

"Hasil ini mengejutkan karena semua orang bisa melakukan hal sesimpel meminum empat cangkir teh setiap hari untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2," ujar kepala peneliti dari Wuhan University of Science and Technology, Xiaying Li, dikutip EurekAlert!.

Ini bukanlah pertama kali teh dipuji manfaatnya bulan ini. Pada awal September 2022, para peneliti dari Amerika Serikat (AS) juga meneliti manfaat teh hitam terhadap lebih dari 498.000 partisipan dewasa ke lansia yang dilakukan selama 11,2 tahun.

Temuannya, meminum lebih dari 2 cangkir teh hitam setiap hari mengurangi risiko kematian 9–13 persen selama periode 14 tahun dibanding yang tidak minum teh. Selain itu, studi ini juga mengungkapkan manfaat teh dalam menekan risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

"Kami yakin temuan ini amat menenangkan untuk mereka yang terbiasa minum teh," ujar kepala peneliti dan ilmuwan dari National Cancer Institute, Maki Inoue-Choi.

Load More