Depok.suara.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengomentari politik identitas yang sering terjadi pada pemilu. Dirinya menyebut hal tersebut adalah keniscayaan karena perbedaan di Indonesia.
Dilihat dari kanal YouTube Kompas TV, Gibran berharap tidak ada politisi yang memanfaatkan perbedaan identitas itu untuk perpecahan. Karena baginya politik itu bisa untuk persatuan.
"Namanya pemimpin politik bisa mempersatukan bisa memecah belah," jelasnya.
Gibran sendiri berharap agar kondisi pemilu seperti tahun 2019 itu tidak terulang kembali. Dia mengaku capek dituding kafir oleh lawan politik.
"Harapannya jangan sampai kayak 2019-2024 kemarin. Kita juga capek di kafir-kafir in terus," jelasnya.
Gibran menegaskan bahwa Solo akan terus merangkul semua elemen. Hal ini ditunjukkan dalam setiap acara keagamaan.
"Kalau kita ingin merangkul semua. Di solo semua event keagamaan dirangkul semua. Rukun semua dan semua kita kasih ruang tempat untuk mengadakan keagamaan masing-masing," tegasnya.
Berita Terkait
-
Gibran Mendadak Naik ke Atas Panggung Sungkem dengan Shinta Nuriyah, Mas Wali tak Enak Pamit Terlebih Dahulu..
-
Soroti Momen Ganjar Pranowo dan Jokowi yang Kembali Satu Mobil, Gibran Angkat Satu Jempol: Bagus!
-
Takut Hilang Lagi! Gibran Tolak Paspampres Bawakan Sendal Jepitnya Pasca Salat Jumat, Mas Wali Pilih Bawa Sendiri!
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.700 per Dolar, Pengamat Ungkap Faktor Penentu
-
Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp 2,8 Juta/Gram
-
Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv
-
Suku Bunga BI Naik, Cicilan Utang Jadi Lebih Mahal? Cek Simulasi Terbarunya
-
Akademisi Soroti Gaya Komunikasi Gubernur Kaltim Batasi Wawancara Isu Sensitif
-
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Kota Kediri, Sediakan Sembako Murah Jelang Iduladha
-
Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk
-
Setelah Dijewer Dony Oskaria, PTPN Baru Bebaskan Kakek Mujiran
-
Lupa Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah pada Malam Hari, Bolehkah Diganti Siang Hari?
-
Ahli Ungkap Alasan Pemulihan Listrik Sumatra Tak Bisa Instan