News / Internasional
Kamis, 09 Juli 2026 | 13:31 WIB
Arsip - Divisi elite IRGC Iran menggelar latihan anti-helikopter skala besar di Teheran untuk meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pertahanan wilayah. [Tasnim News]
Baca 10 detik
  • IRGC melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain, Kamis (9/7/2026).
  • Operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas agresi militer Amerika Serikat terhadap beberapa wilayah pesisir Iran sebelumnya.
  • Ketegangan regional meningkat di Timur Tengah menyusul serangan yang memicu kekhawatiran meluasnya konflik antar kedua negara tersebut.

Suara.com - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain pada Kamis (9/7/2026) waktu setempat.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip media Iran, Tasnim News, IRGC menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan militer Amerika Serikat terhadap wilayah Iran.

IRGC mengklaim serangan dilakukan menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menyasar beberapa fasilitas militer AS di kawasan Teluk.

Iran Sebut Serangan sebagai Respons

Menurut IRGC, sasaran serangan meliputi pangkalan Arifjan dan Ali Al Salem di Kuwait, serta fasilitas militer Juffair dan Sheikh Isa di Bahrain.

Militer Iran menyatakan operasi tersebut merupakan tahap awal dari respons terhadap aksi militer Amerika Serikat yang disebut menargetkan sejumlah wilayah di Iran.

"IRGC menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setelah pelanggaran janji dan agresi terbarunya terhadap Iran, empat pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain dihantam dalam fase pertama responsnya," tulis kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency.

"Pernyataan itu mengatakan bahwa AS, yang dikenal sebagai pembunuh anak-anak, dengan melanggar semua komitmennya, sekali lagi melancarkan agresi terhadap beberapa bagian provinsi pesisir selatan Iran sebelumnya."

Dalam pernyataannya, IRGC juga memperingatkan akan memberikan respons lanjutan apabila terjadi serangan berikutnya terhadap wilayah Iran.

Baca Juga: Pesan Duka Megawati untuk Ali Khamenei Disiarkan Televisi Iran, Singgung Warisan Bung Karno

Klaim Korban Sipil Belum Terverifikasi

Tasnim News melaporkan bahwa Iran menuduh serangan Amerika Serikat sebelumnya menyebabkan korban sipil serta kerusakan infrastruktur.

Namun, hingga berita ini ditulis belum ada verifikasi independen mengenai klaim tersebut.

Pemerintah Amerika Serikat juga belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim serangan yang disampaikan Iran maupun tuduhan mengenai korban sipil.

Ketegangan di Timur Tengah Meningkat

Serangan yang diklaim Iran menambah eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir diwarnai aksi saling serang.

Situasi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional, terutama karena melibatkan fasilitas militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk.

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai tingkat kerusakan maupun korban akibat serangan yang diklaim dilakukan Iran.

Load More