Dalam informasi yang didapat dari Kementrian Pertanian (Kementan) telah mendata sebanyak 82 Kabupaten di 16 Provinsi yang terkonfirmasi telah tertular wanah PMK(Penyakit Mulut dan Kuku) dalam beberapa pekan terakhir terjadi penambahan 76 Kabupaten dan 14 Peovinsi yang terjangkit Wabah PMK ini.
Dan kepala Badan Karantina Pertanian Kementan yaitu Bambang telah mendata jumlah hewan ternak terdampak PMK per tanggal 22 Mei 2022 mencapai 5,45 juta ekor atau angka tersebut mencapai 39,4% dari total hewan ternak nasional di akhir tahun 2021.
Pada saat Webinar Bambang mengatakan "Data ini adalah termasuk daerah -daerah yang terduga ,yang masih dalam penlitian apakah sudah positif atau belum ,jangan terlalu panik "
Awalnya pemerintah hanya menetapkan dua provinsi sebagai yang terkena wabah PMK yaitu daerah istimewah Aceh dan Jawa Timur , dari data Kementan Pert tanggal 22 mei 2022 ,jumlah yang terkena wabah PMK di Aceh yaitu 315.612 ekor atau 55,66% dari hewan ternak provinsi itu,sementar jumlah hewan yang terkena wabah PMK di Jawa Timur yaitu ada 18 Kabupaten dan populasi hewan yang terkena mencapai 2,56 juta ekor atau 48,82% dari total ternak yang ada di provinsi Jawa Timur.
Dari Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur Iswahyadu mengatakan ada 10,3 juta ekor pasokan untuk hewan kurban untuk persiapan Idul Adha 2022,namun demikian daerah sekitar masih sedang menung dari persetujuan prosedur operasi standart (SOP) dari pemerintah.
Kata Iswahyudi mengatakan ,Pemprov Jatim sudah menyiapkan 16 SOP terkait lalu lintas hewan ternak dari empat daerah ternak,kan tetapi hewan ternak yang berada di daerah yang terjangkit wabha (PMK) dipastikan tidak dapat dipindahkan ke daerah atau tempat lain.
Menurut Iswahyudi SOP tersebut akan di keluarkan pada hari 27 mei 2022 atau hari ini dan Iswahyudi menyatakan akan mengundang pemangku kepentingan industri peternakan untuk dapat mensosialisasikan SOP tesbut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Puluhan Lansia di Prabumulih Dapat Layanan Kesehatan Gratis, Menjaga Tetap Sehat di Usia Senja
-
Nomor 7 Tetap Milik Ronaldo! Pemain Ini Warisi Nomor Mendiang Diogo Jota di Piala Dunia 2026
-
Mengapa Jakarta Masih Berpotensi Hujan Saat Musim Kemarau? BMKG Jelaskan Penyebabnya
-
Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok
-
Javaco Hadir di Palembang, Pengrajin Lokal Jadi Fokus Lewat Program Suara Jagoan
-
Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal
-
Akhir Penantian 40 Hari, 443 Jemaah Haji Asal OKU Timur Kembali ke Pelukan Keluarga
-
Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?
-
Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN
-
Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN