Setelah sujud di depan kaki Guru SLB, kali ini beredar video Mensos Tri Rismaharini sedang nyuci mobil dinas. Aksi Risma kembali membuat publik heboh.
Setelah ramai beredar di media sosial, mobil dinas berpelat B 1450 PQS yang dicuci Mensos Risma itu ternyata belum bayar pajak.
Berdasar video berdurasi singkat yang viral di Twitter, Risma terlihat sedang mencuci mobil dinas dengan menggunakan selang. Saat mencuci mobil, Risma tampak mengenakan kemeja putih dan sepato boots karet.
Dalam video yang beredar, eks Wali Kota Surabaya itu pun tampak serius membersihkan kotoran yang menempel di mobil Toyota Rush berkelir hitam itu.
Video Risma yang mencuci mobil dinasnya itu akhirnya dibanjiri komentar para warganet. Ternyata ada warganet yang mengungkap jika mobil yang dicuci Risma itu belum membayar pajak. Hal itu pun terungkap lewat situs Samsat DKI Jakarta.
"Bu masa pajaknya sudah habis belum bayar pajak. Ahh gimana ini. Selain mobilnya dicuci, bayar juga pajaknya dong," ujar seorang warganet.
Dari foto tangkapan layar status pajak mobil dinas dengan nomor polisi B 1540 PQS yang dicuci Risma itu, terlihat bahwa pembayaran pajak kendaraan sudah melewati jatuh tempo yakni pada tanggal 3 Agustus 2022.
Berdasarkan aplikasi tersebut, kendaraan dinas tersebut berstatus masa pajak habis. Besaran pajak yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp1.230.600.
Terungkapnya fakta tersebut membuat warganet langsung beramai-ramai memberikan komentar.
Baca Juga: Kronologi Jendela Darurat Lion Air Dibuka Penumpang Karena Ada HP Terbakar, Penumpang Histeris!
"Enggak cuma anak buah yang disemprot, mobil dinas juga kena semprot sama bu Risma," kata seorang warganet.
"Ya Rabb, banyak permasalahan di Kemensos yang dilakukan malah sujud, nyuci mobil, nyapu-nyapu, marah-marah. Terus apalagi?" balas warganet lainnya.
"Plat merah kan pajaknya murah. Kenapa sampai enggak dibayarkan. Ternyata yang tahu pajak banyak yang tidak bayar pajak," timpal warganet lainnya.
"Jangan-jangan mobilnya semua belum bayar pajak," ujar warganet lain.
Hingga berita ini dipublikasi, Suara.com masih mencoba mengonfirmasi pihak Kemensos terkait mobil dinas yang beluim bayar pajak tersebut.
(Sumber: Suara.com)
Berita Terkait
-
Mensos Risma Mendadak Sujud di Kaki Guru SLB saat Ditagih Hibah Lahan, Netizen Miris: Sujud Cuma sama Allah!
-
Enggak Cuma Sekali, Ini Sederet Momen Risma Sujud Berjilid-jilid Selain di Kaki Guru Disabilitas
-
6 Fakta Mensos Risma Sujud di Kaki Guru Disabilitas, Alibi Gegara Ditagih Janji Hibah Lahan?
-
Heboh! Mensos Risma Malah Sujud di Kaki Guru Difabel saat Ditagih Janji Hibah Lahan, Warganet: Menteri Aneh-aneh Kelakuannya!
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena