Irjen Teddy Minahasa menangkis pernyataan terdakwa Linda Pudjiastuti alias Mami Linda alias Anita Cepu yang sempat mengaku-ngaku sebagai istri sirinya.
Pernyataan itu disampaikan Teddy saat beraksi untuk Linda dalam kasus penilapan dan peredaran barang bukti sabu yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, kemarin.
Namun saat mencoba memberikan bantahan, Teddy sempat mendapat keberatan dari kuasa hukum Linda, Adriel Viari Purba.
"Kami mohon izin tidak lebih dari dua menit Yang Mulia, boleh Yang Mulia?,” ucap Teddy.
"Keberatan Yang Mulia, sudah selesai Yang Mulia," timpal Adriel.
"Sebentar ya, tadi gilirannya sudah cukup, dua-duanya kita kan harus tarik kesimpulannya nanti,” kata Hakim Ketua Jon Sarman Saragih, menengahkan.
Akhirnya Jon Sarman memberikan kesempatan kepada Teddy. Dalam sidang, eks Kapolda Sumbar itu membantah telah menikah siri dengan Linda.
"Kalau saudari Linda mengaku istri saya ini pertanyaannya bisa panjang. Simpelnya adalah kok suaminya diseret dalam kasus ini?" ucap Teddy.
Pernyataan Mami Linda
Baca Juga: Geger, Pria Bersimbah Darah dengan Usus Terburai Ditemukan di Pinggir Jalan Bypass
Linda sebelumnya mengaku memiliki hubungan spesial dengan Irjen Teddy Minahasa. Bahkan, Linda mengaku sempat tidur bareng dengan Teddy di atas kapal saat melakukan surveillance terkait dugaan penyelundupan narkoba di Laut Cina Selatan.
"Saya memang ada hubungan dengan pak Teddy biar pun beliau tidak mengakui kami setiap hari di kapal tidur bersama,” kata Linda, dalam persidangan, Rabu kemarin.
Selain kerap tidur bersama, Linda juga mengaku jika ia merupakan istri siri dari Teddy. Meski Teddy, lanjut Linda, tidak mengakui hal itu, namun ia hanya berbicara tentang fakta.
"Saya itu istri sirinya Pak Teddy Minahasa biar pun beliau tidak mengakui,” ucap Linda.
Linda menganggap jika perkara ini sebenarnya jebakan untuk dirinya, rasanya tidak mungkin lantaran selama perjalanan diatas kapal saat di Laut Cina Selatan, hubungan mereka baik-baik saja.
"Saya sangat keberatan kalau ini jebakan, saya dengan pak Teddy tidak ada masalah. Waktu saya ke Laut Cina dan saya tidak pernah berantem,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Ahli Bahasa Dan Digital Forensik Bakal Bersaksi Di Sidang Narkoba Irjen Teddy Minahasa Hari Ini
-
Deretan Pengakuan Anita Cepu Di Sidang Sabu: Jadi Informan Hingga Klaim Sering Bobok Bareng Irjen Teddy Minahasa
-
Bantah Pernyataan Teddy Minahasa Soal Penjebakan Linda, AKBP Dody: Bohong Semua Itu, Polisi Gak Boleh Jebak Masyarakat
-
Bukan Tawas, Irjen Teddy Minahasa Klaim WhatsApp ke Dody Menyebut Trawas
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?