Entertainment / Gosip
Sabtu, 12 Desember 2015 | 14:40 WIB
Nikita Mirzani [Suara.com/Yazir]

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat blak-blakan mengungkap alasan Pemprov DKI melepas artis Nikita Mirzani dan finalis Miss Indonesia 2014, Puty Revita dari Panti Sosial DKI Jakarta di Cipayung, Jakarta Timur, pasca dicokok Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Djarot membantah bukan karena alasan bangunan panti sosial yang sedang direnovasi, melainkan khawatir mengganggu aktivitas penghuni panti lainnya mengingat status keduanya sebagai publik figur.

"Bukan apa-apa, sebab kalau di situ akan mengganggu. Iya dong. Anda (wartawan) pasti ke situ semua," kata Djarot ditemui di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2015).

 Ditambahkan Djarot, pihaknya mengaku kewalahan mencegah maraknya prostitusi di Jakarta. Lokalisasi, kata dia, bukan terbukti tak efektif mengurangi bisnis 'lendir' di Ibu Kota.

"No, No. Nggak dilokalisasi saja lokasinya sudah banyak. Tidak menjamin juga," kata Djarot.

Menurutnya, upaya yang gencar dilakukan pihaknya yakni dengan menangkap dan memasukkan PSK ke dinas sosial.

"Kalau ketangkap di pinggir-pinggir jalan, kita masukan ke panti di Jaktim. Ya kita hanya bisa begitu," katanya.

Sebelumnya, artis Nikita Mirzani dan finalis Miss Indonesia 2014, Puty Revita di‎pindahkan oleh Badan Reserse Kriminal Polri ke Dinas Sosial DKI Jakarta di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (11/12/2015).

Keduanya diizinkan pulang karena alasan jika bangunan di penampungan wanita tuna susila itu tengah dalam proses renovasi. Meski dipulangkan, Nikita dan Puty mendapatkan perlindungan sosial dan pihak panti bertanggung jawab atas pemulihan kondisi keduanya.

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Puty Revita Terseret PSK Artis, "Miss Indonesia" Lepas Tangan

Pedangdut Seksi Bunga Victoria Meninggal di Usia 23 Tahun

Remaja Indonesia Ini Mengubah Perspektif Tentang Islam di Inggris

Tinggalkan Anak-Istri, Lelaki Ini Hidup Baru Sebagai Gadis Kecil

Load More