Suara.com - Aktor sekaligus komika Pandji Pragiwaksono berkomentar keras terkait kasus pelecehan seksual striker klub sepak bola Persija atas penyanyi dangdut Via Vallen. Bintang film Insya Allah Sah ini pelaku yang diduga Marko Simic itu termasuk playboy gagal.
"Si pelaku pelecehan seksual itu playboy yang nggak punya skill," ujar Pandji Pragiwaksono di kantor Suara.com, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/6/2018).
Menurut Pandji Pragiwaksono, Mrko Simic tak pandai merayu perempuan.
"Jadi sebenernya yang si pelecehan seksual lakukan ingin mendapatkan si perempuan itu. Yah, kalau dia punya sosial skill yang baik mungkin dia berhasil. Karena banyak banget playboy yang nggak harus ganteng tapi dia tahu cara ngomongnya," kata Pandji Pragiwaksono.
"Yang jadi masalahnya adalah cowok-cowok ini kadang nggak tahu batasnya, ambangnya. Mana yang diterima mana yang nggak. Harus diakui emang banyak cowok yang nggak ngerti, banyak yang nggak ngeh kalau sudah melakukan pelecehan," sambungnya lagi.
Oleh karena itu, Pandji minta Marko Simic agar segera meminta maaf kepada Via Vallen. Tindakan Via Vallen mengunggah screenshot percakapannya dengan Marko Simic sudah tepat.
"Jadi menurut saya cowoknya kalau nggak sengaja menyinggung Via Vallen ya udah minta maaf saja. Kalau misalnya Via Vallen mau bilang bahwa dia dilecehkan yah boleh-boleh aja karena kadang-kadang laki-laki harus digituin untuk takut," tutur Pandji Pragiwaksono.
Baca Juga: Via Vallen Dilecehkan, Billy Syahputra Kutuk Tindakan Marko Simic
Diberitakan sebelumnya, Via Vallen mengaku dilecehkan oleh pesepakbola ternama yang diduga Marko Simic. Via Vallen pun segera mengunggah tangkapan layar chat yang dikirimkan Marko Simic lewat direct message (DM) Instagram.
Di sana tertulis, lelaki tersebut meminta Via Vallen menanggalkan pakaiannya. Jelas saja Via Vallen marah. Kendati begitu, penyanyi asal Jawa Timur ini ogah memperpanjang masalah.
Berita Terkait
-
Hasil Dialog Pandji Pragiwaksono Soal Kasus Mens Rea, Diminta Tobat dan Berakhir Sejuk
-
Kasus Mens Rea: Pandji Pragiwaksono Temui Pelapor di Polda Metro Jaya, Ini Hasil Pertemuannya
-
4 Syarat Novel Bakmumin Agar Laporan ke Pandji Pragiwaksono Dicabut
-
Mediasi Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Novel Bamukmin Datangi Polda Metro Jaya
-
Reza Arap Jadi Target Baru Adili Idola: Celebrity Roast, Siap Disidang Mei 2026
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Kronologi Isu Perceraian Fairuz A Rafiq dan Sonny Septian Mencuat, Berawal dari Konten TikTok
-
Suami Yulia Baltschun Akui Selingkuh, Bawa Selingkuhan ke Tempat Bulan Madu di Kyoto
-
Film Crocodile Tears Angkat Keluarga Toxic: Penuh Cinta Tapi Menyekap
-
Tamara Bleszynski Tepis Isu Tak Akur, Unggah Momen Hangat Bareng Teuku Rassya dan Istri
-
Sinopsis Microdrama Luka Sebelum Janji: Kisah Pengkhianatan Jelang Pernikahan, Tayang di VISION+
-
Sinopsis Azure Spring, Drakor Baru Sajikan Kisah Hangat Dua Penyelam di Desa Tepi Laut
-
Sicario: Day of the Soldado, Perang Kartel yang Tanpa Ampun, Malam Ini di Trans TV
-
Bukan Mencuri, Pengacara Ungkap Fakta di Balik Isu Betrand Peto Ambil Parfum dan Uang Sarwendah
-
Digempur Isu Cerai, Fairuz A Rafiq Akhirnya Beri Klarifikasi
-
Foto Seksi Jefri Nichol Jadi Sasaran Komentar Mesum Warganet Perempuan, Langsung Picu Kontroversi