Suara.com - Mortal Engines, film fantasi yang bakal segera tayang di bioskop berkisah tentang masa mendatang, ketika sebuah kota akan bisa berpindah-pindah karena dibangun di atas kendaraan-kendaraan super besar.
Dengan begitu, warga kota pun berharap kalau kotanya akan aman dari gempuran peperangan. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, bukannya aman, perang jenis baru malah dimulai.
Kota besar atau biasa disebut dengan kota predator akan 'memangsa' kota-kota kecil untuk diambil sumber dayanya.
Sampai suatu hari, London di masa depan yang merupakan salah satu kota predator, memangsa kota kecil nan damai.
Di London sendiri, hidup seorang warga kelas bawah bernama Tom Natsworthy (Robert Sheehan), hidupnya berubah seketika kala bertemu seorang perempuan pejuang revolusioner yang juga seorang buronan bernama Hester Shaw (Hera Hilmar).
Hester sengaja masuk ke dalam kota London untuk bertemu Thaddeus Valentine, sejarawan sekaligus warga kelas satu London yang membunuh ibunya karena sebuah rahasia.
Setelah berhasil masuk dan kemudian 'dibuang' dari London, Hester dan Tom diam-diam menyelinap untuk memimpin pemberontakan melawan kota predator raksasa di atas roda. Akankah keduanya berhasil menaklukan kota predator tersebut? Dan rahasia apa yang dipegang Thaddeus Valentine yang culas?
Mortal Engines yang bergenre fantasi futuristik ini, selain diperankan oleh Robert Sheehan dan Hera Hilmar, juga dihiasi nama-nama besar lain seperti Hugo Weaving yang berperan sebagai Thaddeus Valentine, aktris Asia Jihae, Ronan Raftery, Leila George, Patrick Malahide, dan Stephen Lang.
Film besutan Christian Rivers yang diadaptasi dari novel karya Philip Reeve dengan judul yang sama ini, naskahnya ditulis ulang oleh Fran Walsh, Philippa Boyens, dan Petter Jackson yang sama-sama menggarap film The Lord of The Ring dan The Hobbit. Kebayang, kan, betapa 'liar' fantasi yang bakal disuguhkan?
Baca Juga: Bau Menyengat, Puluhan Pekerja Pabrik Pengepakan Udang Keracunan
Nah, yang menarik, Mortal Engines ini bakal dirilis di Indonesia mulai 6 Desember 2018 atau satu minggu lebih cepat daripada negara asal film tersebut, Amerika Serikat, yang baru akan merilisnya pada 14 Desember 2018 mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jadi 'Tokek' di Ghost in the Cell, Aming Bakal Pamer Lekukan Tubuh Eksotis: Karakter Paling Unyu
-
Belajar dari Pengalaman Pribadi, Al Ghazali Tegas Tak Akan Tampilkan Wajah Anak Demi Jaga Privasi
-
Ibu Kandung Nizam Syafei Ungkap Fakta Pilu: Selama Ini Dibohongi Bahwa Dirinya Sudah Meninggal
-
Betrand Peto Jadi 'Alarm' Sahur Ruben Onsu: dari War Takjil Hingga Ketagihan Nasi Briyani
-
Bukan Sutradara, Ini Pedofil! Timo Tjahjanto Desak Penjara untuk Pelaku Pelecehan Berkedok Casting
-
Merinding! Joko Anwar Pakai Lagu 'Cicak-Cicak di Dinding' di Ghost in The Cell: Yakin Itu Lagu Anak?
-
Pesta Pernikahan El Rumi Bakal Lebih Besar dan Meriah, Al Ghazali Sebut Ada 2 Ribu Tamu Undangan
-
Jadi Penerima Beasiswa LPDP, Tasya Kamila Beberkan 7 Poin Pengabdian ke Negara Usai Lulus
-
Sudah Rela Tidur dengan Kades, Wanita Ini Murka Warungnya Tetap Dibongkar Satpol PP
-
Direktur LPDP Ungkap 600 Awardee Diselidiki Usai Kasus Viral Dwi Sasetyaningtyas