Suara.com - Ada kabar kalau Presiden Joko Widodo alias Jokowi tertarik untuk memerankan tokoh Darsam, dalam film Bumi Manusia. Hanung Bramantyo sebagai sutradara pun gembira mendengar kabar tersebut.
Karena seperti diketahui, Presiden Jokowi adalah orang yang mengagumi karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Bahkan dalam akun Facebook resmi miliknya, Presiden ke 7 Indonesia ini pernah mengutip kata-kata Pram.
"Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini," tulis Presiden Jokowi.
Hanung Bramantyo sendiri melihat sosok Darsam sangat cocok untuk Presiden Jokowi. Meski berperawakan kurus, namun Jokowi memiliki karakter yang kuat dan tegas.
"Kalau boleh membayangkan Pak Jokowi jadi Darsam itu cocok. Hati-hati ya, Pak Jokowi itu kelihatanya lemah, tapi beliau itu cukup kuat, keras pendiariannya, kalau sudah A ya A. Makanya cocok jadi Darsam yang bisa begitu. Tinggal nambahi kumis," ujar Hungung Bramantyo.
Tentang tulisan Jokowi yang menyampaikan kepada dirinya ingin menjadi Darsam, adalah sebuah dialog imajiner dari penulisnya.
"Itu adalah sebuah respons atas begitu besarnya novel Bumi Manusia. Sehingga membuat orang lain merasa terlibat, mengapresiasi dengan cara masinga-masing. Buat saya tulisan itu sangat lucu, sekaligus cerdas karena semacam ada dialog imajiner saya dengn Pak Jokowi," tutur Hanung.
Seperti diketahui, tokoh Darsam dalam novel Bumi Manusia adalah seorang jawara yang bekerja untuk Nyai Ontosoroh (diperankan Sha Ine Febiryanti), ibu dari Annelies Melema (Mawar de Jongh). Darsam yang pandai memainkan golok dan berkumis tebal itu dikenal setia kepada Nyai Ontosoroh.
Baca Juga: Kesulitan Perankan Minke, Iqbaal Ramadhan Dipukul Hanung Bramantyo
Film Bumi Manusia sendiri rencananya akan dirilis pada 15 Agustus 2019. Film produksi Falcon Pictures ini juga turut dibintangi Iqbaal Ramadhan, Giorgino Abraham, Donny Damara, Ayu Laksmi dan lainnya.
Berita Terkait
-
Deretan Aktor Muslim yang Ternyata Miliki Keturunan Tionghoa
-
Novel Bumi Manusia: Luka Kolonialisme dalam Roman Klasik Pramoedya
-
Ketika Pancasila Tak Lagi Dihafal, Tapi Dialami di Kelas
-
Sinopsis Setan Alas! Pemenang Best Film JAFF 2023, Akhirnya Tayang di Bioskop
-
Anomali 2025, 4 Film Hanung Bramantyo Gagal Tembus 1 Juta Penonton
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Dinding Rahim Lesti Sudah Tipis, Dokter Larang Keras Tambah Momongan setelah Melahirkan Anak Ketiga
-
Sosok Sabrina Farhana Istri Founder Nussa Rara yang Dikaitkan Isu Selingkuh, Kerabat Orang Populer
-
Bintang Netflix Will Goldfarb Sulap Jamu Jadi Dessert Mewah Ala Eropa
-
Dinar Candy: Setiap Bulan Puasa Aku Taubat, Tolak Job di Kelab Malam
-
Momen Selena Gomez Cium Jempol Kaki Suami Tuai Cibiran: Kayaknya Kena Dukun Deh
-
Sinopsis Drive, Sajikan Teror Live Streaming Tak Terduga
-
5 Alasan The King's Warden Meledak di Box Office Korea, 9 Juta Penonton dalam 27 Hari
-
Drama KPK Kejar Kakak Fairuz A Rafiq, Berakhir Gara-Gara Mobil Lowbat
-
Review Film Hoppers Hadirkan Visual Estetik dengan Pesan Lingkungan Menohok
-
Adab Nathalie Holscher saat Doa di Depan Ka'bah Bikin Geram: Doa atau Konten?