Suara.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait salat jumat, yang diminta ditiadakan dan diganti salah zuhur di rumah. Fatwa ini terkait dengan merebaknya virus corona di Tanah Air.
Lantas, bagaimana sebenarnya hukum dalam Islam mengenai fatwa MUI ini. Apakah di zaman Rasulullah SAW hal ini juga pernah terjadi? Soal ini, Ustaz Yusuf Mansur memberi penjelasan.
Menurut Ustaz Yusuf Mansur, masyarakat tak perlu bingung apalagi panik mengenai keputusan MUI ini. Karena menurut ustaz 43 tahun ini, apa yang difatwakan MUI pastinya sudah melihat dari segala unsur.
"Ya, kaidahnya yang dipakai sama guru, ustaz, kyai ini kaidah yang pastinya komperhensif. Pastinya bukan hanya pembahasan soal fiqihnya saja. Yang memang perlu diperhatikan soal kesehatan, soal bahaya, manfaat dan kedaruratan dan sebagainya," kata Ustaz Yusuf Mansur, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (18/3/2020).
"Jadi dari awal, dari kemarin-kemarin dulu saya sudah bilang ke teman-teman siapapun dia. Bahwa kalau MUI memutuskan, itu keputusannya pasti komperhensif. Karena pembahasannya berbagai sudut, berbagai bidang. Termasuk keputusan hari ini soal imbauan salat di rumah saja. Bukan cuma lima waktu lho, tapi juga salat Jumat," sambung Ustaz Yusuf Mansur.
Menurut Ustaz Yusuf Mansur, keputusan MUI sudah sangat tepat. Karena dengan salat di rumah akan lebih baik daripada salat di masjid yang akan banyak jemaah. Dengan bahaya virus corona, bila salat Jumat tetap dilaksanakan di masjid, maka akan mempertaruhkan nyawa umat.
"Untuk situasi sekarang, tidak salat di masjid itu jadi lebih utama dari pada di masjid. Karena urusannya sama nyawa, kesehatan, keselamatan, bahaya gitu loh. Jadi jangan khawatir juga tidak salat di masjid itu sama-sama utamanya. Jadi nggak usah khawatir. Nggak apa-apa nggak ke masjid. Karena ada pahala lain yang nggak diperoleh di situasi-situasi biasa," jelas Ustaz Yusuf Mansur.
Ustaz Yusuf Mansur kemudian memberi contoh tentang ajaran Rasulullah SAW ketika makan. Meski sudah mengucapkan doa, Rasulullah juga tetap meminta kita untuk tetap mencuci tangan.
Baca Juga: 4 Sinetron Ini Gencar Sosialisasi Virus Corona saat Tayang di Televisi
"Ketika kemudian makan, kan Rasulullah tetap menyuruh kita memperhatikan kebersihan sampai ke dalam 'ruh' makanan itu sendiri. Ini halal atau haram. Nggak bisa kita dengan hanya bismillah, kita yakin kalau ada keburukannya tetap kita makan. Nggak bisa begitu. Kita dikaruniai akal juga untuk memilah dan memilih. Ketika kemudian kita berkumpul di mana saja sebenarnya bukan hanya di masjid kan. Kita mencegah perkumpulan terjadi di mana-mana. Jadi jangan sampai kesannya kok jadi takut sama corona, nggak," ucap Ustaz Yusuf Mansur.
Secara pribadi, Ustaz Yusuf Mansur akan mengikuti fatwa MUI tentang mengganti salat Jumat dengan salat zuhur di rumah. Ia bahkan sudah meminta murid di pesantrennya untuk pulang ke rumah sejak 12 Maret kemarin, hingga ada pengumuman lebih lanjut dari pemerintah.
"Ini adalah semacam menyempurnakan ikhtiar. Karena orang yang sehat bisa membawa virus kan. Bisa menjadi carrier (perantara). Itu yang harus diperhintungkan sama orang-orang. Mau dia membawa virus ke rumah, ketika di masjid, namanya di masjid kan tidak selalu yang di situ saja. Kecuali masjidnya orangnya itu-itu saja. Nah ini masjid isinya para pejalan kaki, para pengendara motor, pengendara mobil yang kita nggak tahu dari mana dari mananya. Kan jadi masalah gitu," tutur Yusuf Mansur.
Ustaz Yusuf Mansur pun meminta umat Islam untuk tak perlu khawatir akan kehilangan pahal, bila salat di rumah.
"Dan insyaallah dengan mita salat di rumah bukan berarti kita tidak dapat fadillah salat di masjid. Setidaknya Allah juga tahu kok siapa yang sebelumnya rajin dan siapa yang sebelumnya sudah malas duluan. Buat yang rajin duluan yang sebelumnya sudah rajin, insyaallah akan Allah tetapkan pahala yang sama seperti dia tetap salat di masjid," ucap Ustaz Yusuf Mansur.
Berita Terkait
-
Ustaz Yusuf Mansur Umumkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026, Simak Dasar Penetapannya!
-
Soal Fatwa MUI Rumah dan Sembako Tak Boleh Dipajaki, DPR Siap Tanya Menkeu: Sudah Jadi Masukan?
-
Respons Fatwa MUI, Rano Karno: Aneh Memang, Sudah Bayar Pajak Tanah Bangun Bayar Lagi
-
MUI Tetapkan Fatwa Pajak Berkeadilan, DJP Kemenkeu: Nanti Coba Kami Tabayyun
-
Viral Ustaz Yusuf Mansur Mau Beli YouTube dan Ganti jadi YouSufe, Dinar Candy: Halo BNN
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Millen Cyrus Pamer KTP Perempuan, Resmi Ubah Identitas?
-
Ustaz Solmed Yakin Akun yang Tuding Dirinya SAM Pelaku Pelecehan Dapat Keuntungan
-
Anggota TNI Pelaku Pemukulan Minta Maaf ke Zaskia Adya Mecca dan Anak di Persidangan
-
Andre Taulany Emosi Dengar Cerita Detik-Detik Pernikahan Boiyen Hanya Bertahan 2 Bulan
-
Diselingkuhi Suami Dua Kali, Yulia Baltschun: Lebih Sakit Dibanding Kehilangan Anak
-
Dituding Sebagai SAM Pelaku Pelecehan Sejenis, Ustaz Solmed Laporkan Penyebar Fitnah
-
Pinkan Mambo Tolak Bantuan Ivan Gunawan: Aku Gak Bakalan Bisa Diatur
-
Egi Fazri Si Peniru Vidi Aldiano Klaim Anak Aditya Gumay, Ruben Onsu Balas Menohok
-
Dituding 'Menjilat' Prabowo Terkait Selat Hormuz, Gus Miftah: Ini Soal Keyakinan!
-
Katy Perry Diselidiki Kepolisian Australia Terkait Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Ruby Rose