Suara.com - Pandji Pragiwaksono kembali membahas polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, ia mengomentari usulan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, soal pengalihan pembiayaan MBG dari dana zakat hingga dana sitaan korupsi.
Komika yang berdomisili di New York ini mempertanyakan urgensi pembiayaan MBG lewat dana zakat.
"Ngapain biayain Makan Bergizi Gratis lewat zakat?" tanya Pandji Pragiwaksono di kanal YouTube pribadinya, Jumat (24/1/2025).
Uang zakat yang bersifat sumbangan sosial, tentu berbeda kegunaannya dengan biaya pengadaan MBG yang merupakan program resmi pemerintah.
"Ibaratnya, lu mau ngadain party, tapi pakai duit kas RT. Ya kenapa lu pakai kas RT buat party?" kata Pandji Pragiwaksono lagi.
Selain dibiayai dari uang zakat, Sultan Bachtiar Najamudin juga sempat usul kalau pembiayaan MBG bisa diambil dari dana sitaan praktek korupsi. Bagi Pandji Pragiwaksono, ide tersebut makin ngawur lagi.
"Ngambil duit haram, buat ngurusin makanan? Kemarin pakai duit halal aja ada yang keracunan. Gimana pakai duit haram?" kata Pandji Pragiwaksono.
Daripada semakin nyeleneh lagi ide yang ditawarkan, Pandji Pragiwaksono meminta Sultan Bachtiar Najamudin untuk berhenti membicarakan program MBG.
"Buat bapak, cukup dulu deh. Kalau dibiarin ngasih ide lagi, nanti tiba-tiba Makan Bergizi Gratis dibiayai dari uang kembalian Alfamart," canda Pandji Pragiwaksono.
Baca Juga: Cuma 3 Kelengkeng dan Tanpa Daging, Menu MBG Anak SD Jadi Sorotan: Mana Gizinya?
"Nanti jadinya, 'Ini ada uang kembalian Rp200, boleh disumbangkan buat Makan Bergizi Gratis?' Mending dikasih permen, kayak zaman dulu," ujarnya.
Sebelum Pandji Pragiwaksono, nama-nama seperti Darius Sinathrya dan Hanung Bramantyo sudah lebih dulu menyoroti karut-marut pelaksanaan MBG. Mereka sama-sama mengusulkan pengadaan MBG dikembalikan kepada rakyat biasa saja, agar bisa menyajikan menu makanan yang lebih layak meski anggarannya minim.
Berita Terkait
-
Kawal Program MBG, Komnas HAM Susun Kajian Strategis dan SNP Hak Atas Pangan
-
Nasi Hambar dan Salah Jam Makan, Peneliti Celios Temukan Banyak Siswa Buang Jatah MBG
-
Proyek IT MBG Rp1,2 T Dituding Gaib, Kepala BGN Pastikan Anggaran Nyata dan Transparan
-
Anggaran Cuma Rp2,9 M, BPOM Tak Sanggup Awasi Keamanan Menu MBG
-
Prabowo Ubah Aturan MBG, Akan Prioritaskan Kepada Anak Kurang Gizi?
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Dituding Bohongi Publik, Ria Ricis Disentil Soal Operasi Hidung Berkedok Sinus
-
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Puteri Indonesia 2026 yang Ukir Sejarah Baru
-
Teka-teki Wali Nikah Syifa Hadju, Ayah Kandung Hadir atau Pakai Wali Hakim?
-
Mengenal Habib Mahdi Alatas, Sosok Lantang Suarakan Pelecehan oleh Syekh Ahmad Al Misry
-
Heboh Ustaz Maulana Sebut Nabi Muhammad Nikahi Maryam Ibunda Nabi Isa di Surga, Dalilnya Sahih?
-
Ahmad Dhani Diduga Respons Maia Ungkit Luka Lama di Siraman El: Anak Laki-Laki Milik Ayahnya
-
Kisah Ibu Guru Atun: Dibully Murid, Dikasih Dedi Mulyadi Rp25 Juta, Lalu Disedekahkan
-
Maia Estianty Ungkit Luka Lama di Siraman El Rumi, Dipisahkan di Usia Delapan Tahun
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Ketulusan Ayah Sambung Syifa Hadju, Gendong di Siraman Meski Tak Jadi Wali Nikah