- Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan belum maksimal mengawasi keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis karena terkendala anggaran.
- Dalam rapat di Jakarta, BPOM menegaskan ketiadaan dana menyebabkan proses pengambilan sampel dan uji laboratorium belum terlaksana.
- Meski pendanaan terbatas, BPOM tetap fokus menyiapkan lebih dari 32.000 tenaga ahli untuk mengawasi kualitas pangan tersebut.
Suara.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, mengakui bahwa pihaknya hingga kini belum dapat menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal, khususnya dalam hal pengambilan sampel (sampling), pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama lembaga tersebut dalam mengawal keamanan pangan program unggulan pemerintah ini.
Hal itu disampaikan Taruna dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026).
"Tentu secara jujur kami katakan itu (sampling) belum kami lakukan karena anggarannya belum ada," kata Taruna di hadapan anggota dewan.
Ia menjelaskan, bahwa proses sampling memerlukan biaya yang tidak sedikit, mulai dari pengambilan di lapangan hingga pengujian laboratorium. Tanpa dukungan dana yang memadai, pengawasan pasca-produksi tersebut belum bisa dieksekusi.
"Untuk melakukan sampling kami belum, karena kan itu sampling itu setelah kita ambil, kita juga membutuhkan anggaran untuk pemeriksaan dan sebagainya dan itu belum ada. Jadi sampai sekarang belum kita lakukan itu," ujarnya.
Dalam rapat tersebut, ia juga memaparkan kondisi keuangan BPOM yang cukup memprihatinkan terkait dukungan program MBG.
Dari rencana awal yang mencapai puluhan miliar rupiah, dana yang tersedia saat ini hanya sebesar Rp2,9 miliar.
Bahkan, usulan tambahan anggaran sebesar Rp196 miliar yang diajukan sebelumnya juga menemui jalan buntu karena adanya kewajiban administratif negara.
Baca Juga: MBG Basi atau Cuma Nasi-Kentang? Jamintel Kejagung: Foto dan Lapor Lewat Jaga Desa!
"Ternyata anggaran tersebut ada kewajiban untuk mengembalikan ke bendahara umum negara. Artinya kan itu terpotong, tidak bisa kami lakukan," ujarnya.
Selain itu, BPOM juga masih menunggu kejelasan terkait dana swakelola yang nilainya menyusut dari Rp700 miliar menjadi Rp675 miliar, yang hingga saat ini belum bisa digunakan.
"Swakelolanya yang awalnya kita dan disetujui Komisi IX waktu itu adalah 700 miliar, sekarang tinggal 675 miliar. Dan sampai detik ini anggaran yang 675 miliar itu belum bisa kita lakukan karena kami masih menunggu tahapan berikutnya," ungkapnya.
Di tengah kendala pendanaan tersebut, Taruna menyebut BPOM tetap bergerak dengan memfokuskan upaya di sisi hulu, yakni penyiapan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
BPOM mengklaim telah menyiapkan puluhan ribu tenaga ahli yang akan bertugas mengawasi Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG).
"Kami sudah melatih sebetulnya 30.000 lebih, tepatnya 32.000 lebih," pungkasnya.
Berita Terkait
-
MBG Basi atau Cuma Nasi-Kentang? Jamintel Kejagung: Foto dan Lapor Lewat Jaga Desa!
-
Kasus Ketamin Melonjak 300 Persen, BPOM Siapkan Gerakan Nasional Lawan Penyalahgunaan Obat
-
Prabowo Ubah Aturan MBG, Akan Prioritaskan Kepada Anak Kurang Gizi?
-
Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Cara Cek dan Sanggah Data Desil Lewat HP, Segera Update Sebelum Agustus 2026!
-
Beli Pertalite Tak Lagi Bebas, Bakal Ada Aturan Baru
-
Gus Ipul Beri Apresiasi atas Komitmen Pemkab Bandung Dukung Sekolah Rakyat
-
Bukan Cuma Ganti Figur, DPR Desak Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang Berani Desain Ulang MBG
-
PAM Jaya Ungkap Biang Kerok Kebocoran Berulang di TB Simatupang, Pipa Sudah Berusia 30 Tahun
-
Santunan Korban Motor Tembus Rp1,79 T, Penguatan Standar Keselamatan Dinilai Mendesak
-
9 Rekomendasi Parfum untuk Kulit Sensitif dan Sudah Terdaftar BPOM
-
Sampah Jakarta Capai 7.354 Ton per Hari, Bisakah Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi?
-
JPMorgan Resmi Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Simak Alasannya
-
Insentif Mobil Listrik Bisa Bikin Jakarta Rugi Rp2 Triliun