Suara.com - Sebuah fakta kembali muncul dari cerita minimnya pendapatan royalti para musisi di Tanah Air.
Kali ini, giliran musisi dan pencipta lagu hits Doadibadai Hollo alias Badai eks Kerispatih yang membeberkan nominal royalti hak siar (performing rights) yang diterimanya.
Badai mengaku hanya mendapatkan pemasukan tak sampai Rp500 ribu untuk periode satu tahun dari hak pertunjukan atau performing rights.
Jumlah tersebut ia terima dari Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) sebagai imbalan atas pemutaran lagu-lagu ciptaannya di berbagai tempat komersial.
Dalam acara Indonesia Business Forum yang ditayangkan tvOne baru-baru ini, eks kibordis Kerispatih itu merinci angka yang ia dapatkan.
"Kalau saya, Rp494 ribu per tahun," ujar Badai.
Badai menjelaskan bahwa pendapatan tersebut murni berasal dari performing rights, yang kerap menjadi sorotan karena nilainya yang sangat kecil.
Menurutnya, pendapatan ratusan ribu Rupiah per tahun adalah angka rata-rata yang diterima oleh banyak komposer dari hak pertunjukan karya-karya mereka.
Baca Juga: Musisi Ngaku Dapat Royalti Cuma Ratusan Ribu, Ketua LMKN: Yang Puluhan Juta Kok Enggak Diungkap?
Badai pun membandingkan pendapatan tersebut dengan katalog lagunya yang sangat banyak dan populer di mana-mana.
"Saya bukan membanggakan lagu hits saya, tapi ini fakta, bahwa lagu hits saya katalognya cukup banyak dan dibawakan di mana-mana," imbuh Badai.
Musisi 47 tahun itu merasa jumlah tersebut tidak masuk akal, jika sistem kolektif royalti berjalan dengan benar dan transparan.
Badai pun balik menyentil Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) buntut pernyataan sang ketua, Dharma Oratmangun yang menyebut para musisi sebenarnya tidak perlu ribut soal pemasukan dari royalti.
"Artinya secara logika, jikalau sistem daripada LMK atau LMKN ini bekerja dengan baik, artinya dalam arti bukan manual sistem, alias terdigitalisasi dengan baik, saya rasa pencipta lagu juga nggak akan rewel," cibir Badai.
Berita Terkait
-
Musisi Ngaku Dapat Royalti Cuma Ratusan Ribu, Ketua LMKN: Yang Puluhan Juta Kok Enggak Diungkap?
-
Tarif Royalti Musik Bikin Pusing? LMKN Ungkap Cara Mudah Urus Lisensi Online
-
Kasus Royalti Musik, Once Mekel Usulkan Revisi Tarif dan Sistem Monitoring Digital yang Canggih
-
Solusi Biar Tak Kena Royalti, LMKN Sarankan Pengusaha Kafe Rekam Sendiri Suara Burung
-
LMKN Tegaskan Lagu Indonesia Raya Bebas Royalti: Sudah Jadi Domain Publik
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Lupakan Skor 7-0, Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Ujian Sesungguhnya di Piala AFF 2026
-
5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
-
Harta Anom Widiyantoro, Ternyata Masuk Golongan Bupati Terkaya di Jawa Tengah
-
Sinergi BRI dan KPP: Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp10,6 Triliun
-
KPP Apresiasi BRI, Jadi Bank Terbaik Penyalur KUR Perumahan
-
Sukseskan Program KPP, BRI Pegang Porsi Strategis KUR Perumahan
-
Tuai Sorotan, Anak Tom Cruise Kini Tak Lagi Pakai Nama Belakang sang Ayah
-
Dorong Program 3 Juta Rumah KPP, BRI Siap Penuhi Target 2026
-
Stok AS Menyusut, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 Dolar AS
-
Statistik Tak Elok Pelatih Baru Italia Roberto Mancini: Dibuat Malu Timnas Indonesia