Suara.com - Proses syuting film horor seringkali identik dengan suasana mencekam dan jadwal yang menguras energi, tak terkecuali bagi para pemain film "Perempuan Pembawa Sial".
Syuting yang kerap berlangsung dari sore hingga bertemu matahari terbit lagi menuntut stamina dan mood yang prima.
Namun, di balik layar yang penuh ketegangan, para pemain ternyata punya cara unik dan sangat merakyat untuk menjaga semangat mereka. Siapa sangka, mi instan dan minuman herbal menjadi 'senjata' andalan mereka.
Hal ini diungkap para pemain "Perempuan Pembawa Sial", Banyu Bening, Clara Bernadeth, dan Aurra Kharisma saat berkunjung ke kantor Suara.com di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Banyu Bening, pemeran Aryo, mengaku memiliki ritual khusus untuk menjaga energinya. Selain mengandalkan teknik pernapasan, dia punya minuman andalan yang akrab bagi masyarakat Indonesia.
"Kalau aku jaga mood dengan minum Tolak Angin dicampur sama air es atau kalau enggak air hangat," kata Banyu Bening.
Selain itu, dia menambahkan air gula dan teh hangat sebagai penambah energi cepat saat jam kritis di atas tengah malam.
Lain lagi dengan Aurra Kharisma yang memerankan sosok Lasmi. Baginya, kunci menjaga mood adalah dengan bersenang-senang di lokasi.
Bercanda dengan para kru menjadi cara ampuhnya mengusir kantuk dan lelah. Namun, ada satu hal yang menjadi penyelamat utamanya.
"Terus ada mi instan kan, jadi ya sudah lah, mood booster," celetuknya sambil tertawa.
Sementara itu, Clara Bernadeth memilih cara yang sedikit berbeda. Pemeran Puti ini mengandalkan power nap atau tidur singkat di sela-sela pengambilan gambar untuk mengembalikan energinya.
"Kadang-kadang kalau aku gunain dengan cara power nap aja. Kalau bisa tidur gitu, kayak power nap aja cuman sebentar, habis itu ya udah kayak back in the mood," jelas Clara.
Sebagai informasi, film "Perempuan Pembawa Sial" karya IDN Pictures dan digarap sutradara Fajar Nugros, menyatukan mitos Jawa kuno Bahu Lawean dengan kisah legendaris Bawang Merah Bawang Putih, bahkan ada sentuhan Malin Kundang di dalamnya.
Ceritanya berpusat pada seorang perempuan yang hidup dalam kutukan, di mana setiap langkahnya dibayangi misteri dan kematian.
Unsur budaya lokal yang kental membuat film ini berbeda dari horor Indonesia kebanyakan.
Berita Terkait
-
Demi Dalami Peran Suami, Banyu Bening Nekat Pasang Foto Raihaanun di Wallpaper HP Berbulan-bulan
-
Gabungkan Bahulawean dan Bawang Merah Bawang Putih, Film Perempuan Pembawa Sial Siap Bikin Merinding
-
5 Film Horor tentang Mitos 2025, Perempuan Pembawa Sial Angkat Mitos Bahu Laweyan
-
Cerita Horor Saat Proses Penggarapan Film Hotel Sakura, Rambut di Tembok Hingga Sosok yang Mengintip
-
Lakoni Adegan Hot di Series Rekaman Terlarang, Maxime Bouttier Minta Izin ke Luna Maya?
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Diterpa Isu Terlantarkan Anak Kandung, Denada Posting Momen Mengharukan
-
Telan Biaya Rp85 Miliar, Papa Zola The Movie Janjikan Kualitas Visual Sekelas Hollywood
-
Heboh Riders Fajar Sadboy Minta Alphard Hingga Dior, Asli atau Settingan?
-
Alasan Netflix Tak Hapus Mens Rea Pandji Pragiwaksono Meski Ada Laporan Polisi
-
Geram Fisik Anaknya Dibully Buntut Mens Rea, Istri Pandji Pragiwaksono Ancam Lapor Polisi
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Hubungannya dengan Tompi, setelah Kena Kritik Sang Dokter Bedah
-
Film Surat ke-8 Angkat Potret Gap Generasi Lewat Akting Aurora Ribero dan Arief Didu
-
Sinopsis How to Become a Tyrant di Netflix: Membongkar "Buku Panduan" Diktator Paling Kejam
-
Reuni 13 Tahun, Rio Dewanto dan Michelle Ziudith Kuras Emosi di Sinetron Jejak Duka Diandra
-
SAS: Red Notice, Hadirkan Aksi Die Hard di Bawah Selat Inggris, Tayang Malam Ini di Trans TV